Kerusuhan di Underpass Manggarai: Tawuran Warga Kembali Terjadi
Insiden tawuran antarwarga kembali pecah di underpass Manggarai, Jakarta Selatan, pada Jumat, 2 Januari 2026. Aksi tersebut berhasil dibubarkan oleh pihak kepolisian setempat.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Kekacauan ini dipicu oleh suara petasan yang terdengar sebelum dua kelompok warga terlibat serangan. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengonfirmasi bahwa situasi saat ini telah kembali aman.
Kejadian tawuran berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB di terowongan Kelurahan Manggarai. Menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, sekitar 20 orang dari Gang Tuyul RW 04 dan warga Magasen RW 12 terlibat dalam insiden ini.
Awalnya, tawuran dipicu oleh suara petasan yang terdengar oleh warga. Begitu suara itu terdengar, kedua kelompok segera melancarkan serangan dengan melempari satu sama lain menggunakan batu dan petasan.
Kepolisian setempat segera merespons dan mengirimkan anggotanya ke lokasi untuk membubarkan kerumunan. Tawuran akhirnya berhasil dihentikan sekitar pukul 16.10 WIB.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Kapolsek Tebet, Kompol Iwan Gunawan, mengambil alih proses penanggulangan tawuran tersebut. Anggota kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan dengan cepat melakukan imbauan kepada warga untuk kembali ke rumah masing-masing.
Kombes Nicolas Ary Lilipaly, Kapolres Metro Jakarta Selatan, menyatakan, 'Sudah aman itu. Aparat keamanan sudah berada di TKP'.
Setelah situasi terkendali, petugas melanjutkan patroli di sekitar daerah RW 04 dan RW 12 untuk memastikan keamanan warganya.
Tawuran di underpass Manggarai bukanlah insiden baru. Meskipun Pemerintah Daerah dan aparat keamanan telah berupaya mencegah hal ini, kekacauan tetap terjadi.
Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah pendirian posko pantau Manggarai serta kegiatan 'Manggarai Bersholawat' untuk mengurangi ketegangan di antara warga.
Tepat sebelum tawuran terjadi, pihak kepolisian juga melakukan pengawasan untuk mencegah konflik antarwarga. Strategi ini mencerminkan upaya berkelanjutan untuk menjaga ketertiban di daerah tersebut.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: