Prabowo Ajak Diaspora Indonesia Bantu Korban Bencana di Sumatera
Presiden Prabowo Subianto mengundang diaspora Indonesia di luar negeri untuk berkontribusi membantu korban bencana di Sumatera. Penegasan ini disampaikan dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Ia menekankan pentingnya mekanisme penyaluran bantuan yang jelas dan menyatakan bahwa pemerintah tidak menolak bantuan yang diberikan dengan niat baik.
Pada tanggal 1 Januari 2026, Prabowo memimpin rapat koordinasi di Aceh Tamiang yang membahas bantuan untuk korban bencana. Ia menerima laporan dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, tentang pihak-pihak yang ingin memberikan bantuan.
'Saya sudah dilaporkan Pak Gubernur, dan nanti saya akan bicarakan dengan pejabat lain, bagaimana mekanisme kalau ada pihak yang tulus dan ikhlas mau membantu,' ungkap Prabowo.
Ia juga menjelaskan bahwa penyaluran bantuan harus dilakukan dengan cara yang tidak menimbulkan kebingungan. 'Kita sebagai manusia, masa menolak bantuan, asal jelas,' tambahnya, menegaskan keterbukaan pemerintah.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Prabowo mengajak diaspora yang ingin membantu untuk mengajukan bantuan melalui surat. 'Bikin surat, saya ingin sumbang ini, dilaporkan ke pemerintah pusat, kita akan salurkan,' terangnya.
Ia menegaskan bahwa semua bantuan akan disalurkan kepada korban bencana. 'Jadi, misalkan ada diaspora Aceh yang merasa terpanggil membantu di Aceh, monggo, silakan. Nanti kita salurkan,' imbuhnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk membuka rekening khusus bagi sumbangan bantuan. 'Mekanisme kita serahkan, mungkin nanti Gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat, atau Sumatera Utara membuka rekening dana bantuan pascabencana,' jelasnya.
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa pemberi bantuan harus melakukannya dengan niat tulus. 'Orang atau pihak yang memberikan bantuan harus ikhlas dan tidak memiliki embel-embel atau syarat di kemudian hari,' jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman menunjukkan tidak semua bantuan berjalan mulus. 'Karena kita pernah mengalami dibantu, tapi ada juga yang menagih,' tuturnya, menekankan perlunya keikhlasan dalam setiap bantuan.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: