Presiden Prabowo Tinjau Perkembangan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang
Di hari pertama tahun 2026, Presiden Prabowo mengunjungi Aceh Tamiang untuk memantau pembangunan hunian sementara bagi warga yang terdampak bencana. Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong percepatan penyelesaian yang diharapkan selesai dalam waktu tiga bulan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Berdasarkan informasi dari Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, lebih dari 8.500 rumah rusak berat dan lebih dari 15 ribu lainnya mengalami kerusakan ringan akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.
Presiden Prabowo hadir bersama sejumlah menteri dan kepala daerah dalam kunjungan kerjanya. Ia menekankan urgensi pembangunan hunian sementara yang kini menjadi prioritas utama pemerintah.
Bupati Armia Fahmi merinci kerusakan rumah di daerah tersebut, di mana dari total 33.000 rumah terdampak, sebanyak 9.300 berada dalam kondisi rusak sedang. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan hunian aman bagi masyarakat sangat mendesak.
Pemerintah daerah telah menyediakan lahan untuk pembangunan huntara yang diharapkan menjadi solusi jangka pendek bagi para warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Dalam upaya menanggulangi kerusakan, Bupati Armia Fahmi menyatakan bahwa persiapan lokasi sudah dilakukan dan mereka telah meminta 14 perusahaan untuk melepaskan izin hak guna usaha. Ini agar lahan dapat digunakan untuk membangun hunian sementara.
“Danantara membuktikan, dalam 8 hari membangun 600 hunian yang menurut saya cukup baik,” ungkap Presiden Prabowo dalam pernyataannya. Ini menunjukkan bahwa proses pembangunan sudah dimulai walau masih dalam tahap awal.
Presiden juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara kementerian dan pemda untuk mempercepat proses pembangunan hunian bagi warga yang terkena musibah.
Presiden mencatat total kebutuhan hunian untuk tiga provinsi setelah bencana mencapai 90 ribu unit rumah yang mengalami kerusakan berat. Perbaikan untuk rumah yang rusak sedang dan ringan juga sangat diperlukan.
“Kebutuhan rumah untuk 3 provinsi adalah 90 ribu, yang rusak berat. Kemudian, yang rusak ringan dan rusak menengah, bagaimana bantuannya,” tambah Presiden dalam pernyataannya.
Melalui pembangunan hunian sementara, Presiden menekankan bahwa tindakan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam penanggulangan bencana, sesuai dengan harapan masyarakat untuk melihat bantuan nyata dari pemerintah.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: