Presiden Prabowo Tinjau Proyek Hunian Pascabencana di Aceh Tamiang
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026 untuk memantau pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana. Kunjungan ini adalah bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah yang dilanda bencana.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Bersama sejumlah menteri dan pejabat tinggi, Presiden menargetkan pembangunan hingga 600 unit hunian dalam waktu dekat sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat setempat.
Presiden Prabowo berangkat dari Kabupaten Tapanuli Selatan dan tiba di helipad PTPN IV Aceh Tamiang pada pukul 09.10 WIB. Sesampainya di lokasi, beliau menyapa masyarakat sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter TNI AU Caracal.
Dalam rombongan, turut hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Kunjungan ini merupakan kesempatan untuk melihat langsung progres pembangunan hunian yang sedang berlangsung.
Setelah mendarat di Lapangan Sepak Bola Bukit Rata, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan menuju lokasi pembangunan hunian. Kunjungan ini berfokus pada memastikan bahwa pembangunan hunian sesuai dengan instruksi presiden.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pembangunan hunian oleh BPI Danantara akan menargetkan sekitar 500 hingga 600 unit. "Ada rumah hunian yang dibuat Danantara instruksi Bapak Presiden, besok kita cek. Seharusnya 500-600 (hunian). Insyaallah jadi, ya besok kita cek," tuturnya.
Pemerintah menargetkan total 15.000 unit hunian untuk warga yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Target ini merupakan bagian dari upaya percepatan pascabencana banjir yang telah melanda kawasan tersebut.
Teddy juga menambahkan bahwa Danantara telah memulai pembangunan dari total 15.000 unit rumah, dengan 500 unit pertama yang diharapkan selesai dalam waktu dekat.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang memiliki makna mendalam, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana. Pembangunan hunian diharapkan dapat menyediakan tempat tinggal yang layak bagi para korban serta mempercepat proses pemulihan.
Pemerintah menekankan pentingnya penyelesaian hunian bagi korban bencana, mengingat kebutuhan mendesak yang ada. Hal ini menjadi fokus utama dalam setiap langkah yang diambil sebagai respons terhadap keadaan darurat.
Dengan dilakukannya pembangunan hunian, diharapkan masyarakat yang terdampak banjir bisa segera kembali beraktivitas normal dan mempercepat proses rehabilitasi wilayah yang terpengaruh.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: