Donald Trump Menyuarakan Kekhawatiran Atas Serangan Drone ke Kediaman Putin
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan kekecewaannya terhadap serangan drone yang menyasar kediaman Presiden Rusia, Vladimir Putin. Serangan ini berlangsung di tengah perundingan damai yang krusial antara kedua negara.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Trump mengkritik serangan tersebut dengan tegas, mengatakan, "Saya tak menyukainya. Ini tidak baik," serta menekankan bahwa tindakan itu adalah langkah yang melampaui batas.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Trump menegaskan bahwa menyerang kediaman seorang pemimpin adalah tindakan yang tidak bisa diterima. Ia menambahkan, "Bersikap ofensif itu satu hal … menyerang rumahnya adalah hal lain. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal seperti itu."
Menyusul serangan tersebut, Trump menyatakan pentingnya untuk mengetahui fakta yang sebenarnya. "Kita akan mengetahuinya," ucapnya, menunjukkan ketidakpastian terhadap situasi tersebut.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Trump juga menyinggung keputusan untuk menghentikan pengiriman rudal jelajah jarak jauh Tomahawk kepada Ukraina. Ia menegaskan, "Saya tidak menginginkannya, karena kita sedang berada dalam periode yang sangat sensitif. Ini bukan waktu yang tepat," yang menunjukkan keprihatinan terhadap stabilitas di kawasan tersebut.
Dalam percakapan telepon dengan Putin, Trump menyebutkan bahwa diskusi itu berlangsung produktif, meski ada beberapa masalah yang harus diatasi untuk mencapai perdamaian.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengklaim bahwa Ukraina telah meluncurkan serangan menggunakan 91 drone. Ia menuduh Ukraina melanggar kesepakatan damai yang ada.
Lavrov menegaskan bahwa Rusia akan mengevaluasi posisinya dalam perundingan damai pasca serangan tersebut, namun sekaligus menyebutkan bahwa Rusia tidak akan mundur dari proses negosiasi.
Di pihak lain, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai upaya untuk merusak capaian diplomatik Ukraina dan membenarkan serangan Rusia yang lebih lanjut.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: