BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 29 DESEMBER 2025 • 21:01 WIB

Ketegangan di Perbatasan Thailand-Kamboja Pasca Gencatan Senjata

Ketegangan di Perbatasan Thailand-Kamboja Pasca Gencatan SenjataKetegangan di Perbatasan Thailand-Kamboja Pasca Gencatan Senjata

Militer Thailand kembali mengklaim bahwa Kamboja telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru saja ditandatangani, hanya dua hari setelah perjanjian tersebut berlangsung. Tuduhan ini muncul setelah Thailand mendeteksi lebih dari 250 drone yang melintasi wilayahnya.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR

Gencatan senjata yang ditandatangani pada 27 Desember 2025 bertujuan untuk mengakhiri konflik perbatasan yang telah menimbulkan puluhan korban jiwa. Akibatnya, Thailand mempertimbangkan untuk mengevaluasi langkah-langkah diplomatik yang diambil.

Latar Belakang Gencatan Senjata

Penandatanganan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja merupakan hasil dari upaya untuk menghentikan pertempuran yang telah mengakibatkan kerugian besar di kedua belah pihak. Dalam beberapa minggu terakhir, bentrokan terjadi intensif, menyebabkan banyak korban dan pengungsi.

Kesepakatan ini mencakup berbagai poin penting, seperti penghentian tembakan, pembekuan pergerakan pasukan, serta kolaborasi dalam proses pembersihan ranjau. Di sisi lain, kedua negara berkomitmen untuk memfasilitasi kembalinya warga sipil ke rumah mereka, yang telah ditinggalkan akibat konflik.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Tuduhan Pelanggaran oleh Thailand

Militer Thailand mengklaim bahwa lebih dari 250 drone jenis UAV terdeteksi melintas dari Kamboja ke wilayah Thailand pada malam 28 Desember 2025. Aktivitas ini dianggap sebagai provokasi dan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Winthai Suvaree, juru bicara militer Thailand, menyatakan bahwa kehadiran drone tersebut mencerminkan sikap bermusuhan dari Kamboja. Tuduhan ini menambah ketegangan di kawasan yang sebelumnya telah meredak setelah penandatanganan perjanjian.

Respon Kamboja dan Dampaknya

Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhonn, merespons tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai masalah kecil yang dapat diselesaikan. Ia mengungkapkan bahwa kedua pihak telah sepakat untuk melakukan investigasi bersama terkait insiden yang dipermasalahkan tersebut.

Namun, pernyataan Winthai Suvaree menunjukkan bahwa situasi di lapangan masih sangat genting. Dia menegaskan, 'Militer Thailand mungkin perlu mempertimbangkan kembali keputusannya mengenai pembebasan 18 tentara Kamboja, tergantung pada situasi dan perilaku yang diamati'.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ketegangan di Perbatasan Thailand-Kamboja Pasca Gencatan Senjata

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!