Diabetes Tipe 5 Dikenali Secara Resmi: Apa Artinya untuk Kesehatan Global?
Federasi Diabetes Internasional baru saja mengakui kategori baru dalam dunia diabetes, yakni diabetes tipe 5, sebuah langkah yang telah lama ditunggu-tunggu oleh komunitas medis.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Dengan sekitar 25 juta orang terpengaruh di seluruh dunia, keputusan ini mendorong lembaga kesehatan lainnya, termasuk WHO, untuk segera mengambil tindakan.
Diabetes tipe 5 pertama kali dijelaskan pada tahun 1955 di Jamaika. Namun, setelah itu, pakar kesehatan jarang membahasnya hingga WHO sempat mengakui keberadaannya pada akhir 1980-an.
Keputusan IDF untuk mengakui diabetes tipe 5 pada tahun 2025 telah menyelesaikan kontroversi berkepanjangan. Ini juga menekankan perlunya perhatian lebih terhadap pasien dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.
Kondisi ini sering kali keliru didiagnosis dengan diabetes tipe lainnya, yang berpotensi menghasilkan pengobatan yang tidak efektif bagi para penderitanya.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Diabetes tipe 5 muncul dari masalah kekurangan gizi kronis, yang bisa menjadi penyebab utama munculnya penyakit ini. Menurut Meredith Hawkins dari Global Diabetes Institute, kondisi ini lebih umum dibanding tuberkulosis dan setara dengan HIV/AIDS.
Pengakuan resmi ini diharapkan dapat memicu penelitian yang lebih mendalam serta memfokuskan upaya penanganan diabetes tipe 5. Kesalahan diagnosa berpotensi memberikan efek negatif yang luas bagi pasien.
Studi awal menunjukkan bahwa kekurangan nutrisi yang berkepanjangan dapat merusak pankreas. Hal ini turut menjelaskan perbedaan karakteristik penderita diabetes tipe 5 dibandingkan tipe lainnya.
Hingga saat ini, belum ada konsensus mengenai cara mendiagnosis diabetes tipe 5 secara global. IDF sedang membentuk kelompok kerja yang dipimpin oleh Hawkins untuk menetapkan kriteria diagnosis dan panduan terapi.
Profil metabolik diabetes tipe 5 bisa berbeda dari diabetes lainnya. Beberapa penderitanya mungkin hanya memerlukan sedikit tambahan insulin, dan kesalahan dalam dosis bisa berakibat fatal di wilayah rawan pangan.
Karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk memahami karakteristik unik penyakit ini untuk menjamin penanganan yang tepat.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: