Mengapa Detak Jantung Atlet Cenderung Lebih Rendah Saat Istirahat?
Detak jantung yang lebih rendah saat istirahat sering kali menjadi tanda kondisi fisik yang optimal. Hal ini menjadi sorotan utama ketika membahas perbedaan antara atlet dan individu yang kurang aktif secara fisik.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Jantung yang kuat adalah hasil dari latihan yang konsisten, terutama dalam jenis olahraga kardio. Dengan olahraga rutin, otonomi jantung atlet meningkat, di mana otot jantung menjadi lebih besar dan mampu memompa darah lebih efektif setiap kali berdetak.
Hal ini menyebabkan atlet memiliki kebutuhan detak jantung yang lebih rendah untuk memenuhi permintaan oksigen tubuh saat istirahat, dibandingkan individu yang tidak teratur berolahraga.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Olahraga yang rutin tidak hanya memperkuat jantung, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kapasitas paru-paru. Dengan meningkatnya kapasitas paru-paru, darah dapat diproses dengan cepat dan efisien, mengurangi kebutuhan jantung untuk berdetak lebih cepat.
Berdasarkan penelitian, banyak atlet memiliki detak jantung istirahat di bawah 60 denyut per menit, sedangkan individu yang tidak aktif secara fisik memiliki detak yang lebih tinggi. "Satu-satunya cara untuk memiliki detak jantung istirahat yang rendah adalah dengan berlatih secara teratur," jelas Dr. Susan Smith, seorang ahli fisiologi olahraga.
Memiliki detak jantung rendah saat istirahat menunjukkan kinerja kardiovaskular yang lebih baik, yang berkaitan dengan risiko lebih rendah untuk masalah jantung di masa depan. Atlet dengan detak jantung yang lebih rendah mengalami pengurangan stres pada jantung, memungkinkan mereka meningkatkan stamina dalam aktivitas fisik.
"Sistem tubuh berjalan lebih efisien ketika jantung tidak terlalu tertekan," kata Dr. Michael Lee, spesialis kesehatan olahraga, menekankan pentingnya kondisi ini untuk daya tahan saat berolahraga.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: