BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 11:46 WIB

Polri Ungkap Modus Baru TPPO di Kamboja, Janji Kerja Sebagai Operator Komputer

Polri Ungkap Modus Baru TPPO di Kamboja, Janji Kerja Sebagai Operator KomputerPolri Ungkap Modus Baru TPPO di Kamboja, Janji Kerja Sebagai Operator Komputer

Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri baru saja mengungkap modus baru perdagangan orang yang melibatkan warga negara Indonesia di Kamboja. Mereka dijanjikan pekerjaan sebagai operator komputer dengan gaji menggiurkan.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Modus ini terungkap ketika salah satu korban berhasil selamat dan dipulangkan ke Indonesia, mengungkap janji palsu yang menggiring mereka dalam praktik penipuan.

Detail Kasus TPPO di Kamboja

Brigjen Pol Moh Irhamni menjelaskan, salah satu korban dan suaminya dijanjikan gaji sebesar Rp9 juta per bulan untuk pekerjaan yang tidak jelas. Mereka diiming-imingi oleh seseorang yang mengaku sebagai operator di sana untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Setelah tertarik, sponsor menyiapkan seluruh dokumen perjalanan, termasuk paspor dan visa. Namun, setibanya di Kamboja, paspor mereka diambil dan dibawa untuk bekerja di penipuan daring.

Korban diterima di Bandara Phnom Penh dan dijemput untuk melakukan perjalanan selama empat jam menuju lokasi kerja. Mereka yang baru pertama kali ke Kamboja tidak paham lokasi sehingga turut menerima keadaan.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Eksploitasi dan Siksaan terhadap Korban

Di tempat kerja, korban dipaksa memenuhi target yang ditetapkan. Mereka mengalami siksaan fisik dan psikis jika gagal, mulai dari push up hingga lari di lapangan futsal.

Satu kesempatan muncul saat diajak makan, di mana salah satu korban berhasil melarikan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja, menandai berakhirnya pengalaman menyedihkan mereka.

Brigjen Irhamni mengungkapkan bahwa bos dari operasional penipuan ini adalah seorang warga negara asing dari China, dan penangkapan akan menyasar semua individu yang terlibat dalam praktik ini.

Upaya Pemulangan dan Penegakan Hukum

Polri berhasil memulangkan sembilan WNI yang menjadi korban TPPO berkat kerja sama antara Polri, Kementerian Luar Negeri, dan KBRI Phnom Penh. Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Syahardiantono, menekankan pentingnya perlindungan bagi WNI dari berbagai bentuk eksploitasi.

"Polri hadir untuk memastikan supremasi hukum dan melakukan perlindungan maksimal bagi warga negara dari segala bentuk tindak pidana perdagangan orang," tambahnya.

Selanjutnya, Desk Ketenagakerjaan Polri akan mendalami dan memeriksa saksi serta para korban untuk menyusun laporan polisi guna mengejar pihak-pihak yang terlibat.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Polri Ungkap Modus Baru TPPO di Kamboja, Janji Kerja Sebagai Operator Komputer

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!