APBD DKI Jakarta 2026 Resmi Ditentukan dengan Fokus pada Isu Lingkungan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta untuk 2026 telah ditetapkan sebesar Rp 81,32 triliun, menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 91,86 triliun.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur yang mengatur anggaran ini menekankan penanganan masalah lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah dan pengendalian banjir.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa target pendapatan daerah untuk 2026 mencapai Rp 71,45 triliun, dengan total belanja daerah senilai Rp 74,28 triliun.
Penerimaan pembiayaan daerah diharapkan sebesar Rp 9,87 triliun, sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah diperkirakan mencapai Rp 7,04 triliun.
Pramono menekankan, "APBD Tahun Anggaran 2026 menyoroti sejumlah isu strategis, yaitu penanganan sampah, pengendalian banjir, pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan, dan penanganan kemacetan."
Pemprov DKI berkomitmen untuk menggunakan anggaran secara efisien agar manfaat yang dirasakan dan hasilnya optimal.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Michael Rolandi, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), menjelaskan bahwa alokasi anggaran untuk infrastruktur pelayanan publik mencapai 43,06% dari total belanja daerah.
Ia menambahkan, "Kalau sesuai aturan, minimal harus dialokasikan hanya 40%."
Alokasi ini juga mencakup anggaran untuk pengendalian banjir sebesar Rp 3,64 triliun dan pengelolaan sampah yang dialokasikan sebesar Rp 1,38 triliun.
Subsidi untuk transportasi umum, termasuk subsidi Transjakarta sebesar Rp 3,75 triliun, juga terintegrasi dalam alokasi ini.
Di sektor pendidikan, Pemprov Jakarta mengalokasikan Rp 19,75 triliun, yang mencakup program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus senilai Rp 3,25 triliun dan rehabilitasi sekolah sebesar Rp 126,12 miliar.
Di sisi kesehatan, alokasi anggaran meliputi BPJS Kesehatan sebesar Rp 1,40 triliun dan pembangunan fasilitas kesehatan senilai Rp 360,49 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: