KPK Gencar Selidiki Aliran Uang Kasus Korupsi Terkait Ridwan Kamil
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melanjutkan penyelidikan terkait dugaan aliran dana dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang berkaitan dengan kasus korupsi proyek pengadaan iklan Bank BJB.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
KPK bertekad mengungkap jaringan penerima dana yang diduga lebih luas daripada hanya RK, dengan langkah-langkah investigasi yang intensif.
KPK sedang dalam proses penyelidikan untuk mengidentifikasi semua pihak yang mungkin terlibat dalam aliran dana tersebut. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa fokus tidak hanya pada Ridwan Kamil, melainkan juga pada dugaan adanya pihak lain yang terlibat.
Dijelaskan pula oleh Budi Prasetyo, "KPK tidak berhenti di pak RK saja, ada dugaan bahwa aliran uang tersebut tidak terhenti di pak RK saja, nah ini kemudian ditelusuri apakah uang-uang itu kemudian untuk pembelian aset atau dialirkan ke pihak-pihak lainnya." Penelusuran ini mencakup berbagai metode investigasi.
Penyidik juga berupaya untuk memahami hubungan antara aliran dana dan penerimanya. Selain itu, KPK sedang meneliti apakah ada hubungan aliran dana yang terkait dengan proyek pengadaan iklan di Bank BJB yang dapat berdampak pada keuangan negara.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Seiring dengan investigasi ini, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mengungkap dugaan aliran dana dari Ridwan Kamil ke sejumlah pihak. Ia menyatakan, "Ternyata pengembangan-pengembangannya ada dugaan aliran dana yang diduga dari BJB terkait RK yang kemudian dengan beberapa perempuan."
Saiman juga menyebutkan seorang artis berinisial AK yang dikatakan terlibat dalam skema ini. Ia menyerukan agar KPK memanggil AK untuk memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Sorotan publik terhadap keseriusan penegak hukum dalam mengusut kasus ini semakin meningkat, dengan harapan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana negara dapat meningkat.
Dalam perkembangan kasus korupsi ini, KPK telah menetapkan lima tersangka yang terlibat dalam proyek pengadaan iklan tersebut. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp222 miliar, berdasarkan investigasi awal KPK.
KPK mengambil langkah tegas dengan melakukan penggeledahan kediaman Ridwan Kamil untuk mencari barang bukti lebih lanjut. Sejumlah barang, termasuk kendaraan bermotor, berhasil disita untuk kepentingan penyidikan.
Ridwan Kamil, saat diperiksa, mengklaim ketidaktahuannya mengenai adanya aliran dana ilegal dalam pengadaan tersebut, dengan pernyataannya, "Gubernur hanya mengetahui aksi korporasi BUMD ini kalau dilaporkan."
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: