BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 14:16 WIB

Serangan Jantung dan Kebiasaan Pagi yang Perlu Diubah

Serangan Jantung dan Kebiasaan Pagi yang Perlu DiubahSerangan Jantung dan Kebiasaan Pagi yang Perlu Diubah

Penyakit jantung tetap menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia, dan kebiasaan pagi yang kurang aktif bisa jadi penyebab utama serangan jantung. Dr. Sana Sadoxai mengungkapkan bahwa hingga 90 persen serangan jantung berkaitan dengan kurangnya gerakan setelah bangun tidur.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Kebiasaan ini tidak hanya terkait dengan pola makan atau stres, melainkan lebih kepada pentingnya aktivitas fisik di pagi hari. Dengan melakukan gerakan ringan, kesehatan jantung bisa terjaga dan risiko serangan jantung dapat dialihkan.

Dampak Kebiasaan Pagi Minim Gerak

Dr. Sadoxai menekankan bahwa risiko serangan jantung dimulai segara setelah seseorang bangun dari tidur dan langsung memanfaatkan waktu dengan aktivitas pasif. Banyak dari kita seringkali langsung mengambil ponsel, duduk, dan bersiap berangkat tanpa melakukan aktivitas fisik apa pun.

Kondisi ini menyebabkan peradangan dalam tubuh dan mempercepat resistensi insulin serta penumpukan lemak di area perut. Tekanan darah yang meningkat merupakan faktor risiko lain yang signifikan bagi serangan jantung, terutama pada individu yang berlebih berat badan atau mengalami obesitas.

Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi

Pentingnya Mengubah Kebiasaan Pagi

Menurut Dr. Sadoxai, perubahan kecil dalam kebiasaan pagi dapat memiliki dampak besar bagi kesehatan. Dengan meningkatkan aktivitas fisik di pagi hari, seseorang bisa menstabilkan kadar gula darah dan meningkatkan kesehatan jantung.

"Berat badan, metabolisme, dan kesehatan jantung saling terkait. Mengabaikan kebiasaan pagi ini merupakan ancaman tersembunyi," tegasnya.

Keluhan seperti obesitas dan kelelahan kronis seharusnya tidak diabaikan karena dapat menandakan adanya gangguan metabolisme yang lebih serius.

Gejala dan Pencegahan Serangan Jantung

Informasi dari National Health Service (NHS) mengungkapkan, gejala serangan jantung atau infark miokard termasuk nyeri dada yang terasa tertekan. Tanda-tanda lainnya bisa berupa nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, leher, atau punggung, juga gejala seperti pusing dan sesak napas.

Untuk mengurangi risiko serangan jantung, sangat disarankan untuk tidak merokok, menjaga berat badan yang ideal, dan rutin melakukan olahraga. Kegiatan fisik dengan intensitas sedang selama 150 menit per minggu adalah pedoman yang dianjurkan untuk orang dewasa.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Serangan Jantung dan Kebiasaan Pagi yang Perlu Diubah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!