Kenali Penyebab Memar: Dari Cedera Ringan Hingga Kondisi Medis Serius
Memar sering kali menjadi tanda tidak langsung dari kondisi yang lebih serius, meski sering kali disebabkan oleh benturan ringan atau jatuh. Menggali lebih dalam penyebab memar dapat membantu menentukan langkah perawatan yang tepat.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Kondisi ini dapat muncul tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, yang bisa menjadi pertanda kekurangan nutrisi atau masalah kesehatan tertentu. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemunculan memar.
Memar bisa disebabkan oleh sejumlah obat, termasuk pengencer darah seperti warfarin dan heparin. Dokter bedah ortopedi Anthony Kouri menjelaskan bahwa penggunaan obat tersebut dapat menghambat kemampuan tubuh dalam pembekuan darah, meningkatkan risiko memar.
Usia juga memengaruhi kemunculan memar, di mana seiring bertambahnya usia, kulit kehilangan elastisitas dan ketebalan. Menurut dokter bedah plastik bersertifikat, Michelle Lee, 'pembuluh darah di dekat permukaan kulit menjadi kurang terlindungi dari benturan dan lebih rentan cedera.'
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Diet yang buruk dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya memar. Michelle Lee menyebutkan bahwa makanan seperti bawang putih, jahe, dan ginkgo dapat mengencerkan darah, sehingga meningkatkan risiko memar, terutama menjelang operasi.
Kekurangan vitamin C dan K juga dapat menjadikan kulit lebih mudah memar. Kouri menjelaskan bahwa 'kolagen yang lemah membuat dinding pembuluh darah lebih mudah pecah,' menjadikannya lebih rentan terhadap cedera.
Faktor genetik memainkan peran penting dalam kemunculan memar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih cenderung mengalami memar dibandingkan pria, khususnya mereka dengan kulit cerah, yang membuat memar lebih mencolok.
Namun, memar juga bisa mengindikasikan kondisi medis yang serius. Beberapa penyakit seperti leukemia, penyakit hati, dan diabetes dapat mempengaruhi kemampuan pembekuan darah. 'Beberapa kelainan genetik memengaruhi kemampuan pembekuan darah,' ungkap Kouri, menekankan pentingnya berkonsultasi medis jika memar terjadi tanpa sebab yang jelas.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: