Seruan Menteri Luar Negeri Israel Pasca Penembakan di Sydney
Insiden penembakan di Sidney, Australia, membuat Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyerukan agar komunitas Yahudi di seluruh dunia untuk kembali ke Israel. Seruan ini datang sebagai upaya untuk melindungi mereka dari meningkatnya ancaman anti-semitisme.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Dalam perayaan Festival Hanukkah, Saar mengungkapkan keprihatinannya, mengklaim bahwa komunitas Yahudi sedang diburu. Ia menyoroti bahwa saatnya untuk komunitas Yahudi di Inggris, Prancis, Australia, Kanada, dan Belgia untuk 'Pulanglah!' ke tanah air mereka.
Penembakan yang terjadi di Pantai Bondi saat Festival Hanukkah berlangsung melibatkan dua pelaku yang merupakan ayah dan anak. Insiden tragis ini menewaskan 15 orang, termasuk salah satu pelaku, dan menarik perhatian dunia karena kebrutalannya.
Gideon Saar menyatakan keprihatinan mendalam setelah kejadian tersebut, mengatakan bahwa 'Orang Yahudi berhak untuk hidup aman di mana pun'. Pernyataan ini menekankan kebutuhan perlindungan yang diminta oleh komunitas Yahudi global yang merasa terancam.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Ketegangan semakin meningkat ketika Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengaitkan penembakan ini dengan kebijakan Australia yang mengakui Palestina. Ia mencatat, 'Seruan Anda untuk negara Palestina justru menyulut api anti-Semit', merujuk pada dampak pernyataan tersebut terhadap komunitas Yahudi di Australia.
Berbagai pakar di Australia mengkritik reaksi dari pemerintah Israel dan menegaskan bahwa pemerintah Australia telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi anti-semitisme serta menjaga keamanan semua warga negara dengan serius.
Insiden ini menuai kecaman luas dari komunitas internasional, termasuk termasuk Israel. Sejumlah organisasi di seluruh dunia mengutuk kekerasan ini dan menyerukan perdamaian serta toleransi di antara berbagai komunitas.
Dukungan terhadap komunitas Yahudi juga mengalir pasca-seruan Gideon Saar untuk kembali ke Israel, menyoroti pentingnya menjaga keamanan bagi kelompok yang sering kali menjadi target diskriminasi.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: