Peluang dan Tantangan Pilkada Melalui DPRD: Tanggapan Demokrat dan Golkar
Partai Demokrat memberikan tanggapan terkait usulan Partai Golkar untuk mengubah metode pemilihan kepala daerah dari langsung menjadi melalui DPRD. Stategi ini dianggap sebagai kesempatan untuk mendiskusikan isu penting yang ada di masyarakat.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman, menegaskan pentingnya pilkada langsung yang merupakan amanat konstitusi dan mencerminkan kehendak rakyat sebab selama ini berjalan dengan aman dan damai.
Benny K Harman menyatakan, "Pernyataan Ketum Golkar itu harus dipandang sebagai ajakan kepada semua pihak untuk mendiskusikan masalah ini secara serius." Ia mengatakan bahwa perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut mengenai masalah ini demi kepentingan rakyat.
Menurut Benny, pilkada langsung adalah mandat konstitusi yang harus dipatuhi. Ia berpendapat bahwa sistem ini merupakan cerminan dari kehendak rakyat, yang dalam istilah politik dikenal sebagai 'volente generalle'.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Benny mengakui bahwa meskipun pilkada langsung telah berlangsung aman, tantangan yang ada termasuk permasalahan politik uang dan dominasi oligarki. "Tidak dipungkiri dalam pilkada langsung terjadi money politics, transaksional-pragmatis," ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa meskipun pilkada langsung tidak menjamin kualitas pemimpin yang sesuai harapan rakyat, bukan berarti sistem pilkada melalui DPRD lebih baik. Ia mengusulkan perlunya revisi Undang-Undang Pilkada untuk menyempurnakan implementasi sistem pemilihan yang ada.
Golkar sendiri, dalam Rapimnas 1 Tahun 2025, telah menyetujui beberapa poin kebijakan, termasuk pelaksanaan pilkada melalui DPRD. Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa perubahan ini bertujuan memperkuat kedaulatan rakyat.
"Partai Golkar mengusulkan Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD sebagai wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat," kata Bahlil, menambahkan pentingnya partisipasi publik dalam proses pemilu.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: