Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Merapi Terus Dilakukan
Dua pendaki dilaporkan hilang setelah melakukan pendakian ilegal di Taman Nasional Gunung Merapi pada 22 Desember. Mereka menjalani pendakian tersebut melalui jalur Kalitalang-Klaten pada 20 Desember.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi, menjelaskan bahwa situasi berawal ketika salah satu pendaki mengalami cedera dan meminta dua rekannya melanjutkan perjalanan untuk mencari bantuan.
Menurut Muhammad Wahyudi, pada 20 Desember, tiga pendaki nekat melakukan pendakian ilegal. Setelah mencapai titik Pasar Bubrah, mereka memilih untuk turun melalui jalur Sapuangin-Klaten.
Namun, situasi menjadi rumit ketika salah satu pendaki mengalami sakit di kakinya. Dia pun meminta dua rekannya untuk melanjutkan pencarian bantuan, membuat mereka terpisah saat malam tiba.
Vegetasi yang sulit dilalui di sekitar jalur membuat pencarian semakin menantang. Keputusan untuk meneruskan perjalanan tanpa berpegang pada grup di malam hari berisiko tinggi.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Pada 21 Desember, dua pendaki melanjutkan perjalanan turun. Namun, salah satu dari mereka terperosok ketika berusaha mencari jalan keluar, kendati dia masih mampu melanjutkan perjalanan.
Pendaki yang terperosok tersebut akhirnya mendapatkan bantuan dari warga setempat di Sapuangin. Hingga Senin, Wahyudi mengonfirmasi bahwa hanya satu dari mereka yang berhasil turun dengan selamat.
Pencarian terus berlanjut dengan melibatkan tim dari Balai TNGM dan elemen terkait lainnya, mencari dua pendaki yang masih hilang di area yang sulit diakses.
Insiden ini menyoroti pentingnya mematuhi larangan pendakian yang berlaku di Gunung Merapi sejak Mei 2018. Kebijakan ini dibuat untuk melindungi keselamatan para pendaki dan menjaga kelestarian alam.
Wahyudi mengimbau masyarakat untuk berdoa agar proses evakuasi berlangsung cepat dan efektif. Dia juga mengingatkan akan pentingnya mengikuti aturan demi keselamatan semua pihak yang berada di daerah tersebut.
Pihak terkait akan terus berupaya menemukan kedua pendaki yang hilang, berharap agar situasi ini tidak terulang di masa depan.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: