Komet 3I/ATLAS Siap Menghampiri Bumi: Bagaimana Anda Bisa Mengamatinya?
Fenomena langka akan terjadi pada Desember 2025 saat Komet 3I/ATLAS mendekati Bumi. Komet ini diperkirakan akan mencapai jarak terdekat pada pukul 01:00 EST, 19 Desember 2025 atau 13:00 WIB.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Jarak antara Komet 3I/ATLAS dan Bumi adalah sekitar 1,8 satuan astronomi, setara dengan 270 juta kilometer. Ini sama dengan dua kali rata-rata jarak antara Bumi dan Matahari.
Anda dapat menyaksikan pengamatan Komet 3I/ATLAS melalui siaran langsung oleh Virtual Telescope Project. Siaran ini akan dimulai pada pukul 23:00 WIB pada 18 Desember 2025.
Siaran langsung ini akan menggunakan observatorium yang terletak di Manciano, Italia. Namun, penting untuk dicatat bahwa pengamatan akan dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang ada.
Komet ini tidak bisa dilihat secara langsung karena terlalu redup untuk dapat diamati dengan mata telanjang atau teleskop kecil. Oleh karena itu, siaran langsung menjadi cara terbaik untuk menyaksikan fenomena ini.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Komet 3I/ATLAS pertama kali ditemukan pada Juli 2025 oleh ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System). Ini merupakan objek antarbintang ketiga yang terdeteksi, mengikuti Oumuamua dan 2I/Borisov.
Penemuan ini menarik perhatian publik dan para peneliti yang ingin lebih memahami komposisi serta perilaku objek antarbintang. Hal ini membuka wawasan mengenai proses pembentukan sistem planet di luar Tata Surya.
Dengan lebih banyak penelitian, potensi untuk menemukan ketertarikan dalam objek seperti ini akan semakin besar, memberikan informasi penting mengenai kondisi disk planet di sekitar bintang lain.
Komet antarbintang seperti 3I/ATLAS memberikan kesempatan bagi ilmuwan untuk mempelajari objek dari luar Tata Surya. Ini dianggap sebagai peluang penting untuk memahami formasi planet.
Penelitian terhadap komet ini dapat membantu membongkar rahasia sistem bintang lain dan membuka kemungkinan bahwa kehidupan ada di planet yang mirip dengan Bumi.
Fenomena ini kini menjadi topik pokok dalam astrobiologi dan astronomi, dengan perhatian dunia sains semakin meningkat.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: