Kehebohan Video Pria Marah di Roti'O, Manajemen Minta Maaf dan Lakukan Evaluasi
Baru-baru ini, sebuah video viral menunjukkan seorang pria marah karena seorang lansia ditolak bertransaksi di gerai Roti'O karena tidak memiliki QRIS.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Pengelola Roti'O pun angkat bicara, meminta maaf dan mengumumkan akan melakukan evaluasi internal terkait insiden tersebut.
Manajemen Roti'O menjelaskan bahwa penerapan sistem pembayaran non-tunai ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan berbagai promo bagi para pelanggan.
Dalam pernyataan resminya, mereka mengungkapkan, 'Kami mohon maaf atas kejadian yang beredar dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.'
Selain itu, pihak Roti'O menegaskan bahwa mereka tengah melakukan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan di gerainya.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana
Video yang viral tersebut menampilkan seorang pria berkaos hitam yang berdebat dengan seorang pelayan di outlet Roti'O. Ini terjadi setelah seorang nenek tidak bisa bertransaksi karena tidak menggunakan QRIS.
Pria yang terlibat dalam insiden itu menekankan, 'Iya itu makanya kubilang, uang cash itu tetap harus kalian terima, masak harus QRIS, nenek-nenek itu kan nggak ada QRIS-nya, gimana?'
Insiden ini menarik perhatian banyak pengguna media sosial serta memicu diskusi tentang pentingnya penerimaan uang tunai dalam transaksi di merchant.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Donny Bayu Purnomo, memberikan penegasan bahwa semua merchant di Indonesia diwajibkan untuk menerima pembayaran uang tunai.
Dalam konteks perkembangan pembayaran digital yang semakin meningkat, Donny menekankan, 'Menurut Pasal 21 UU Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011, setiap orang dilarang menolak untuk menerima rupiah sebagai alat pembayaran di wilayah NKRI.'
Ia menegaskan pentingnya merchant untuk tetap menerima uang tunai, mengingat tidak semua konsumen memiliki akses atau kemampuan untuk menggunakan sistem pembayaran digital.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: