BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 17:47 WIB

Identitas Pelaku Penyerangan Jijik di Taipei Terungkap, Mantan Militer yang Mengguncang Keamanan

Identitas Pelaku Penyerangan Jijik di Taipei Terungkap, Mantan Militer yang Mengguncang KeamananIdentitas Pelaku Penyerangan Jijik di Taipei Terungkap, Mantan Militer yang Mengguncang Keamanan

Polisi Taiwan telah mengungkap identitas pelaku penyerangan yang menggunakan bom asap dan melakukan penusukan di Taipei, menewaskan empat orang dan melukai sebelas lainnya. Tersangka berusia 27 tahun berasal dari keluarga Chang dan diketahui pernah bertugas di militer.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, berjanji akan melakukan penyelidikan yang transparan terkait insiden ini yang telah menimbulkan kepanikan di kalangan publik. Meski pelaku mengakhiri hidupnya dengan melompat dari gedung, tindakan ini dianggap sebagai serangan yang direncanakan.

Detail Penyerangan dan Tindakan Pelaku

Kepala polisi Taiwan, Chang Jung-hsin, menyatakan bahwa pelaku, yang telah melanggar kewajiban dinas cadangan militer, mengikuti rencana untuk melukai orang secara acak. Meskipun berusaha melarikan diri, tindakannya jelas didesain untuk menciptakan kekacauan dan ketakutan di tengah masyarakat.

Pelaku juga pernah diberhentikan dari dinas militernya akibat mengemudi dalam keadaan mabuk, menambah kompleksitas latar belakangnya sebelum insiden. Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengungkap motivasi yang menyertainya.

Presiden Lai Ching-te menekankan perlunya penambahan protokol darurat guna mencegah kejadian serupa di masa depan. Ia mendesak agar pasukan reaksi cepat dalam situasi kritis bisa segera merespons untuk mengatasi ancaman tersebut.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez

Tanggapan dan Rencana Tindakan Keamanan

Lai Ching-te mengungkapkan rasa duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga mereka. Dalam pernyataannya, ia menegaskan, "Saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang secara tragis kehilangan nyawa mereka dalam serangan yang mengerikan dan kejam semalam."

Presiden berharap dengan kejadian ini, pihak kepolisian bisa lebih waspada dan responsif. "Begitu panggilan atau pesan diterima, pasukan reaksi cepat harus tiba secepat mungkin dan harus mampu menghentikan serangan semacam itu," tegasnya.

Keberadaan pelatihan dan peralatan yang memadai untuk operasi kontra-terorisme dianggap penting. Ini tidak hanya untuk melindungi masyarakat, tetapi juga untuk menghadapi ancaman di masa mendatang dengan lebih optimal.

Kesaksian Saksi di Lokasi Kejadian

Seorang saksi bernama Louis, berusia 36 tahun, menjelaskan pengalamannya yang mendebarkan saat melihat pelaku di stasiun Zhongshan. Ia mengaku melihat pelaku melemparkan bom asap ke arah kerumunan, mengabadikan momen kacau itu dalam ingatannya.

"Saya melihatnya berjalan ke tengah jalan. Saya bertanya-tanya mengapa dia berjongkok di tengah jalan dan kemudian saya melihatnya melemparkan bom asap," ungkap Louis, yang masih merasa terguncang setelah insiden tersebut.

Ia menggambarkan suasana di lokasi sebagai sangat kacau dan menyeramkan. "Ada banyak orang di sana pada saat itu, dan sangat kacau. Saya masih merasa terguncang," tambahnya, menyoroti betapa kejadian ini mengubah suasana di Taipei dalam sekejap.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Identitas Pelaku Penyerangan Jijik di Taipei Terungkap, Mantan Militer yang Mengguncang Keamanan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!