Pertarungan Nama: Bluebird dan X Corp di Tengah Gugatan Merek Dagang
Rencana Bluebird untuk menghidupkan kembali nama Twitter telah menuai respons tegas dari X Corp, perusahaan milik Elon Musk. Mereka menyebut Twitter masih 'hidup dan sehat' serta mengajukan gugatan terhadap Bluebird.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Dalam gugatan tersebut, X Corp mengklaim bahwa penggunaan nama Twitter oleh Bluebird melanggar hak merek dagang mereka. Ketegangan antara kedua perusahaan ini semakin meningkat setelah penggantian nama Twitter menjadi X.
X Corp, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, diakuisisi oleh Elon Musk pada tahun 2022 dengan harga US$44 miliar. Setahun setelahnya, logo burung biru yang menjadi ikonik dihapus dan digantikan dengan huruf X.
Transformasi ini tidak hanya dari segi visual, tetapi juga dari segi identitas merek. Dengan perubahan tersebut, X Corp berusaha untuk menegaskan kekuatan barunya di pasar media sosial.
Namun, keinginan Bluebird untuk menghidupkan kembali nama Twitter melalui 'twitter.new' dan permohonan merek dagang menciptakan konflik baru. Langkah ini menunjukkan bahwa meski identitas Twitter telah dihapus, nama tersebut masih memiliki tempat di benak banyak pengguna.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
X Corp melihat rencana Bluebird sebagai upaya pencurian identitas merek. Mereka menjelaskan bahwa meskipun telah berganti nama, nama Twitter masih sangat bernilai bagi pengguna yang tetap merujuk ke platform dengan sebutan tersebut.
"Perubahan merek bukan pengabaian hak merek dagang," ujar seorang juru bicara X Corp dalam pernyataannya. Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk melindungi merek secara hukum.
X Corp mengklaim bahwa jutaan pengguna masih menggunakan nama Twitter, yang menandakan bahwa nama tersebut tetap relevan. Bagi mereka, ini adalah argumentasi kuat dalam menghadapi gugatan yang diajukan oleh Bluebird.
Pendiri Bluebird, Michael Peroff, tidak merasa gentar dengan gugatan yang diajukan oleh X Corp. Ia percaya bahwa mereka memiliki hak untuk menggunakan nama Twitter dan optimis akan memenangkan kasus ini.
"Permohonan pembatalan kami berdasarkan pada hukum merek dagang yang mapan dan kami yakin akan berhasil," tegas Peroff. Pernyataan ini menunjukkan tekad mereka untuk bertahan dalam pertarungan hukum.
Bluebird berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan mereka atas hak penggunaan nama yang dianggap ikonik ini. Ketegangan ini menandai peta pertarungan baru dalam dunia merek dan teknologi, yang akan terus berkembang di masa mendatang.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: