Tragedi Banjir di Gaza: Kemanusiaan dalam Krisis
Amnesty International mengungkapkan bahwa banjir yang melanda Gaza adalah hasil dari krisis yang dapat diprediksi akibat konflik berkepanjangan.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Kelompok ini menekankan, dampak dari hujan lebat tidak hanya disebabkan oleh cuaca, tetapi juga oleh situasi kemanusiaan yang memprihatinkan.
Amnesty International menegaskan bahwa kerusakan akibat banjir di Gaza adalah 'tragedi yang sepenuhnya dapat dicegah'.
Erika Guevara Rosas, Direktur senior Amnesty International, menyebut hal ini sebagai 'konsekuensi yang dapat diprediksi dari genosida Israel yang sedang berlangsung.'
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Badai Byron mengakibatkan ribuan tenda untuk pengungsi terendam air, membuat kehidupan mereka semakin sulit.
UNRWA melaporkan bahwa banyak pengungsi kehilangan tempat tinggal dan terpaksa menghadapi cuaca dingin tanpa perlindungan yang memadai.
Amnesty International menyerukan kepada komunitas internasional untuk membantu memperbaiki kondisi di Gaza.
Mereka mendesak Israel untuk mencabut blokade dan membebaskan pasokan makanan serta bahan bangunan, di mana 81% bangunan di Gaza mengalami kerusakan parah dan membawa dampak besar bagi warga.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: