Kasus Kusta Kembali Muncul di Romania Setelah Empat Dekade
Romania baru-baru ini melaporkan penemuan kembali kasus kusta setelah lebih dari empat dekade tanpa laporan, ditandai oleh dua perempuan muda yang bekerja di sebuah spa di Cluj-Napoca.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Pemerintah setempat menekankan bahwa meskipun ada kasus ini, risiko penularan penyakit tetap rendah dan perhatian kesehatan masyarakat akan tetap dijaga.
Kementerian Kesehatan Romania mengonfirmasi dua perempuan berusia 21 dan 25 tahun sebagai pasien kusta pertama di negara tersebut sejak tahun 1981.
Keduanya adalah terapis pijat yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Cluj pada tanggal 26 November setelah menunjukkan kelainan kulit.
Pemeriksaan medis menemukan keberadaan bakteri yang mendukung diagnosis kusta, serta tes tambahan memastikan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh tuberkulosis.
Direktur Direktorat Kesehatan Masyarakat Cluj, Corina Criste, menyatakan bahwa satu kasus tambahan juga telah dikonfirmasi dan saat ini menjalani perawatan.
Menteri Kesehatan Romania, Alexandru Rogobete, menekankan bahwa masyarakat tidak perlu merasa panik karena kusta tidak mudah menular.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Ia menjelaskan bahwa penularan penyakit ini memerlukan kontak yang berlangsung lama, sehingga para pengunjung spa tidak perlu khawatir dengan keberadaan kasus ini.
Salah satu pasien dilaporkan baru kembali dari Asia dan memiliki kontak erat dengan anggota keluarga yang juga menderita penyakit serupa.
Sebagai tindakan pencegahan, spa tempat kedua pasien bekerja ditutup sementara dan dilakukan disinfeksi menyeluruh.
Pihak berwenang telah melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang pernah berhubungan dengan pasien untuk memastikan tidak ada penularan lebih lanjut.
Menteri Rogobete menambahkan bahwa pengobatan telah dimulai sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, dan ini diharapkan dapat menurunkan risiko penularan secara signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: