Putri Kusuma Wardani Kalah Ketat dari Akane Yamaguchi di BWF World Tour Finals 2025
Putri Kusuma Wardani mengalami kekalahan dari Akane Yamaguchi pada laga kedua BWF World Tour Finals 2025 yang berlangsung di Hangzhou, China. Pertandingan ini berlangsung ketat, dengan Putri kalah setelah melalui tiga gim yang menegangkan.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Putri mampu merebut gim pertama dengan skor 24-22, namun tidak berhasil mempertahankan keunggulan dan akhirnya kalah dalam dua gim berikutnya dengan skor 19-21 dan 13-21.
Pertandingan dilaksanakan di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium pada Kamis, 18 Desember 2025. Putri memulai laga dengan semangat, meski sempat tertinggal pada awal gim pertama.
Setelah kedudukan 9-13, Putri berusaha mengejar ketertinggalan dan berhasil menyamakan skor 20-19. Ia kemudian menutup gim pertama dengan kemenangan 24-22 melalui sebuah smes lurus.
Namun, performa Putri dalam gim kedua tidak sekuat gim pertama. Memasuki interval, Putri berada dalam posisi tertinggal dan kemudian kalah dengan skor 19-21 karena kesalahan pukulan yang melebar.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Pada gim ketiga, Putri mengalami kesulitan untuk mempertahankan kualitas permainannya. Meskipun berusaha mengejar ketertinggalan saat kedudukan 6-7, Putri kehilangan lima poin beruntun dan tertinggal di angka 6-12.
Ketidakmampuan Putri untuk mengatasi tekanan dari Yamaguchi mengakibatkan jarak skor semakin menjauh. Dalam posisi sulit, Putri tertinggal hingga 9-19 dan akhirnya kalah dengan skor 13-21.
Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Putri di Grup A setelah sebelumnya ia juga mengalami kekalahan dari An Se Young.
Kekalahan di BWF World Tour Finals 2025 merupakan momen penting bagi karier Putri Kusuma Wardani. Kendati demikian, pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi Putri untuk belajar dan memperbaiki performa di turnamen berikutnya.
Bagi Yamaguchi, kemenangan ini menegaskan posisinya sebagai salah satu unggulan di turnamen. Putri diharapkan dapat kembali bersinar di pertandingan selanjutnya, dengan menganalisis kekurangan yang ada dan menyiapkan strategi yang lebih baik.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: