Bantuan Internasional Diperlukan Pasca Bencana Hidrometeorologi di Aceh
Pemerintah Aceh telah mengajukan permohonan resmi bantuan kepada UNDP dan UNICEF terkait penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir November lalu.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Bencana ini menyebabkan kerusakan signifikan di berbagai wilayah di Aceh, dan mendesak lembaga internasional untuk mengambil tindakan.
Kantor Perwakilan PBB di Indonesia mengonfirmasi bahwa UNDP dan UNICEF telah menerima surat resmi dari Pemerintah Aceh. Dalam surat tersebut, pemerintah meminta dukungan untuk pemulihan pascabencana, termasuk penanggulangan terhadap banjir dan longsor.
UNDP kini sedang melakukan peninjauan di lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim penanggulangan bencana dan masyarakat yang terkena dampak. "UNDP telah menerima surat resmi dari Pemerintah Provinsi Aceh pada hari Minggu, 14 Desember 2025," ungkap pernyataan resmi UNDP.
Di sisi lain, UNICEF juga sedang mengevaluasi dukungan yang diperlukan untuk menangani situasi ini. "UNICEF telah menerima surat dari Pemerintah Provinsi Aceh dan saat ini sedang menelaah bidang-bidang dukungan yang diminta," jelas wakil dari UNICEF.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Sejak bencana hidrometeorologi terjadi, UNICEF bersama badan PBB lainnya telah bekerja sama dengan pemerintah untuk mempercepat respons darurat. Tim UNICEF di Aceh dikerahkan untuk memberikan bantuan mendesak yang diperlukan.
Kantor Perwakilan PBB menekankan pentingnya keterlibatan internasional mengingat pengalaman dari bencana tsunami 2004. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menekankan betapa pentingnya pengalaman lembaga-lembaga internasional tersebut dalam situasi ini.
Bantuan luar negeri pun mulai mengalir, meskipun izin untuk bantuan internasional belum sepenuhnya dibuka. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan bahwa dia tetap akan menerima bantuan kemanusiaan tanpa memperumit proses masuknya bantuan.
Gubernur Manaf menegaskan bahwa prinsip kemanusiaan harus menjadi dasar dalam menerima bantuan, tidak peduli dari mana datangnya. "Pada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima," ujarnya.
Dalam sidang kabinet paripurna, Presiden RI Prabowo Subianto juga merespons kebutuhan akan bantuan internasional. "Saya bilang terima kasih concern anda, kami mampu, Indonesia mampu mengatasi ini," kata Prabowo.
Beliau juga menekankan efisiensi anggaran dengan menyampaikan bahwa APBN sudah disiapkan untuk menangani bencana, termasuk tambahan dana masing-masing Rp20 miliar untuk provinsi dan Rp4 miliar untuk kota/kabupaten yang terdampak.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: