BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 15 DESEMBER 2025 • 19:17 WIB

Hibah Lahan 20.000 Hektare untuk Perlindungan Gajah di Aceh

Hibah Lahan 20.000 Hektare untuk Perlindungan Gajah di AcehHibah Lahan 20.000 Hektare untuk Perlindungan Gajah di Aceh

Presiden Prabowo Subianto telah memberikan hibah lahan seluas 20.000 hektare di Aceh, yang akan dikelola oleh PT Tusam Hutani Lestari untuk tujuan perlindungan gajah. Langkah ini merupakan respons terhadap permintaan dari World Wide Fund for Nature (WWF).

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menjelaskan bahwa pengajuan lahan tersebut muncul saat Prabowo bertemu dengan Raja Charles III di Inggris pada akhir tahun 2024. Awalnya, WWF meminta 10.000 hektare, tetapi Prabowo memilih untuk memberikan dua kali lipat dari permintaan tersebut.

Proses Penyerahan Lahan dan Kerja Sama dengan WWF

Kementerian Kehutanan telah mengonfirmasi bahwa Prabowo menyerahkan seluruh konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) milik PT Tusam Hutani Lestari. Tujuan dari langkah ini adalah untuk membuat koridor gajah, dengan kolaborasi bersama WWF.

Dalam pernyataan resminya, Raja Juli mengatakan, "Seluruh konsesi PBPH-nya diserahkan untuk membuat koridor gajah yang sekarang sudah berdiri bersama dengan WWF, kami kerja erat." Ia juga menyoroti pentingnya menjaga habitat gajah untuk keberlangsungan ekosistem.

Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa rencana pemberian lahan ini pertama kali dibahas pada Desember 2024. Ia menyampaikan, "Pak Prabowo bilang tidak 10.000 hektare. Pak Prabowo kemudian menyumbangkan lahan beliau sebesar 20.000 hektare untuk konservasi gajah yang nanti akan dikelola oleh WWF."

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia

Kunjungan dan Pengawasan Lahan oleh Menteri Kehutanan

Menteri Kehutanan, Raja Juli, menjalani tinjauan langsung ke lokasi lahan untuk memastikan bahwa pengembangan koridor ekologis berjalan dengan baik. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh pejabat terkait seperti Gubernur Aceh dan direktur jenderal konservasi.

Raja Juli menyatakan, "Tadi sudah ada roadmap menjelang April yang akan diselesaikan. Menjelang April nanti, WWF dan Dirjen konservasi, KSDAE akan terus berkoordinasi untuk memastikan niat baik pak presiden kita ini akan terimplementasikan dengan baik." Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melestarikan lingkungan.

Dia berharap kerjasama ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk mencintai dan menjaga lingkungan. Ditemani oleh Pj Gubernur Aceh, Raja yakin langkah ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Dampak Lingkungan dan Sosial dari Hibah Lahan

Hibah lahan seluas 20.000 hektare ini diharapkan dapat memberikan perlindungan signifikan bagi populasi gajah di Aceh. Pembentukan koridor gajah juga diharapkan bisa mengurangi konflik antara gajah liar dengan masyarakat lokal.

Langkah ini mendukung usaha pemerintah dalam mencapai target konservasi yang lebih luas dan menjaga keberlanjutan ekosistem hutan di Indonesia. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, upaya ini berkontribusi pada keseimbangan antara lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Dari segi ekonomi, pengelolaan hutan yang baik diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, melalui potensi ekowisata dan penyediaan sumber daya alam yang lebih terencana dan bertanggung jawab.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Hibah Lahan 20.000 Hektare untuk Perlindungan Gajah di Aceh

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!