Pembubaran Parlemen Thailand: Situasi Politik dan Perang yang Mengguncang
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, secara resmi membubarkan parlemen pada Jumat, 12 Desember 2025, setelah memperoleh persetujuan dari Raja Maha Vajiralongkorn.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Langkah ini diambil untuk mempercepat pemilihan umum di tengah situasi perang berkepanjangan dengan Kamboja.
Keputusan resmi ini disampaikan melalui dekrit yang diterbitkan dalam Lembaran Kerajaan, menegaskan bahwa pembubaran DPR sangat diperlukan untuk menggelar pemilihan umum baru.
Juru bicara pemerintah, Siripong Angkasakulkiat, menekankan bahwa langkah ini diambil setelah negosiasi dengan Partai Rakyat—oposisi terbesar—tidak mencapai kesepakatan.
Siripong menjelaskan, "Ini terjadi karena kami tidak bisa maju dalam parlemen," menyiratkan adanya ketidakstabilan politik yang menyertai keputusan tersebut.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Pembubaran parlemen bertepatan dengan bentrokan bersenjata di perbatasan Kamboja yang sudah berlangsung selama empat hari, mengakibatkan 20 orang tewas dan sekitar 200 lainnya terluka.
Perdana Menteri Anutin menekankan kepada wartawan bahwa pembubaran ini tidak akan memengaruhi operasi militer yang sedang berlangsung di sepanjang perbatasan.
Kontak senjata telah melibatkan artileri berat di lebih dari belasan lokasi, menunjukkan eskalasi ketegangan antara kedua negara.
Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, menandatangani dekrit yang mempercepat pelaksanaan pemilihan umum sesuai dengan hukum yang mengatur bahwa pemilu harus dilakukan dalam 45 hingga 60 hari ke depan.
Ketidakpastian politik di Thailand semakin meningkat, menjadikan pembubaran parlemen sebagai langkah strategis untuk meredakan ketegangan di tengah konflik bersenjata.
Dengan kondisi yang tidak stabil ini, pihak berwenang kini harus fokus pada keberlanjutan pemerintahan dan situasi ketertiban umum yang menghawatirkan.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: