Kecelakaan Tragis di SDN Kalibaru 01: Mobil Makan Bergizi Menabrak Siswa dan Guru
Sebuah kecelakaan tragis terjadi di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, ketika mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak siswa dan guru. Insiden ini mengakibatkan 21 orang mengalami luka-luka, dan Badan Gizi Nasional berjanji menanggung biaya pengobatan semua korban.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, menjelaskan bahwa sopir mobil mengaku salah menginjak pedal gas saat berusaha mengendalikan kendaraan. Kejadian ini memicu kepanikan di kalangan siswa yang sedang berkumpul di lapangan.
Kecelakaan tragis ini berlangsung pada Kamis pagi, saat mobil MBG meluncur menuju sekolah untuk mengantarkan makanan bagi siswa. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa sopir mobil mengalami situasi tidak terduga saat kendaraan melaju tanpa kendali.
Mobil yang hendak memasuki area sekolah merobohkan pagar yang tertutup dan meluncur ke arah kerumunan siswa. "Telah terjadi kejadian mobil MBG yang memang setiap hari mengantar makanan di tempat itu karena sopirnya ganti, padahal pintunya tertutup," ujar Pramono, saat menjelaskan situasi yang mengerikan ini.
Setelah menabrak pagar, mobil berwarna putih itu terus maju dan menabrak siswa yang sedang berkumpul di lapangan. Kepanikan di lapangan membuat sejumlah siswa terjepit di bawah kendaraan, menyebabkan situasi menjadi sangat serius bagi semua yang ada di lokasi.
Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, menyatakan bahwa pihak kepolisian akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Menurut keterangan dari sopir, saat mobil menaiki tanjakan, rem tidak berfungsi dengan baik, sehingga ia salah menginjak pedal gas.
"Jadi keterangan dari si sopir, itu kan sekolahnya di atas, tanjakan. Nah kebetulan dia memang mau mengantarkan makanan itu ke sekolah. Ini keterangan sementara ya, bukan pasti ya," terangnya, memberikan penjelasan awal yang krusial.
Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengungkapkan bahwa mereka akan menunggu hasil penyelidikan dari aparat kepolisian untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai bagaimana insiden ini bisa terjadi.
Sebanyak 21 orang, termasuk siswa dan guru, mengalami luka-luka akibat insiden tersebut, dan kondisi mereka sangat diperhatikan. Redy Hendra Gunawan, Staf Khusus BGN, mengonfirmasi bahwa lembaga tersebut akan menanggung semua biaya pengobatan para korban.
"Sesuai arahan Pak Kepala, kami fokus ke penanganan korban. BGN menanggung semua biaya," ucapnya, menegaskan komitmen mereka dalam memenuhi kebutuhan kesehatan para korban.
Gubernur Pramono Anung juga mengimbau semua pihak untuk memberikan dukungan kepada para korban yang dirawat di RSUD Koja. Ia menekankan pentingnya perhatian penuh kepada mereka yang terdampak oleh insiden tragis ini.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: