BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 13:19 WIB

Peringatan IMF Tentang Pertumbuhan Stabilcoin: Tantangan dan Risiko bagi Stabilitas Keuangan Global

Peringatan IMF Tentang Pertumbuhan Stabilcoin: Tantangan dan Risiko bagi Stabilitas Keuangan GlobalPeringatan IMF Tentang Pertumbuhan Stabilcoin: Tantangan dan Risiko bagi Stabilitas Keuangan Global

Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius mengenai perkembangan cepat stablecoin. Peringatan ini muncul seiring dengan peningkatan arus lintas negara yang diprediksi melampaui Bitcoin dan Ethereum pada tahun 2025.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat

IMF mengidentifikasi potensi dampak dari penggunaan dolar digital terhadap stabilitas sistem keuangan, khususnya di negara berkembang. Saat ini, pasar stablecoin telah mencapai lebih dari US$300 miliar, menciptakan tantangan bagi regulator global.

Pertumbuhan Pasar Stablecoin

Pasar stablecoin tumbuh dengan sangat cepat, melewati angka US$300 miliar, yang setara dengan sekitar 7% dari total aset kripto global. Dua stablecoin terbesar, Tether (USDT) dan USD Coin (USDC), mendominasi lebih dari 90% pasar dengan suplai masing-masing sebesar US$185,5 miliar dan US$77,6 miliar.

Tahun 2025 diperkirakan akan menjadi tahun perubahan signifikan dalam transaksi lintas negara, di mana stablecoin mengambil alih posisi sebagai alat utama untuk transaksi kripto internasional, menggantikan Bitcoin dan Ethereum yang sebelumnya mendominasi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih memilih transaksi menggunakan stablecoin daripada aset kripto tradisional, menciptakan pergeseran yang cukup dramatis dalam dunia keuangan digital.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Dampak Terhadap Stabilitas Keuangan

IMF mencatat bahwa arus stablecoin mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan aset kripto tradisional, dengan volume perdagangan USDT dan USDC mencapai US$23 triliun sepanjang tahun 2024. Lonjakan ini semakin mempertegas peran stablecoin sebagai alat pembayaran dan penyelesaian transaksi.

Namun, fenomena ini juga membawa tantangan besar bagi regulator, terutama di negara-negara dengan kontrol modal di mana masyarakat semakin beralih ke dolar digital daripada mata uang lokal. Hal ini menciptakan suatu ketergantungan baru terhadap dolar AS.

Selain itu, IMF menegaskan bahwa meningkatnya penggunaan stablecoin dapat memperlemah posisi kemandirian kebijakan moneter di negara-negara tersebut, menjadikannya lebih rentan terhadap fluktuasi yang terkait dengan sistem keuangan AS.

Regulasi dan Tantangan Global

IMF menggarisbawahi bahwa kebanyakan stablecoin utama didukung oleh surat utang pemerintah AS, yang memperkuat eksposur negara-negara tersebut terhadap sistem keuangan AS. Meskipun stabilitas ini menarik bagi pengguna, ia juga menciptakan paradoks di mana dominasi dolar AS semakin meningkat sekaligus mengurangi kemandirian kebijakan negara-negara yang lebih rentan.

IMF memperingatkan bahwa pengadopsian stablecoin yang cepat tanpa pengaturan yang memadai dapat memperbesar risiko volatilitas arus modal. Risiko ini termasuk fragmentasi regulasi global yang dapat menghalangi negara berkembang dalam mengadaptasi kebijakan terkait pengawasan dan kualitas cadangan.

Keberadaan regulasi yang jelas dan efektif sangat diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif penggunaan stablecoin, serta memastikan bahwa sistem keuangan global tetap stabil.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peringatan IMF Tentang Pertumbuhan Stabilcoin: Tantangan dan Risiko bagi Stabilitas Keuangan Global

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!