Pemprov DKI Jakarta Rencanakan Perbaikan Permanen Tanggul Laut yang Bocor
Pemprov DKI Jakarta baru saja mengungkapkan rencana untuk perbaikan permanen terhadap tanggul laut yang bocor di Jakarta Utara. Saat ini, tanggul tersebut hanya ditangani sementara dengan karung berisi pasir.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam pernyataannya di Muara Baru, menyebut beberapa lokasi kebocoran seperti Muara Angke, Muara Baru, dan Sunda Kelapa yang membutuhkan perhatian khusus.
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa tindakan penambalan sementara dengan karung berisi pasir merupakan solusi darurat yang tidak bisa bertahan lama. Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta kini tengah mempersiapkan perbaikan permanen di lokasi-lokasi yang mengalami kebocoran.
Kepala Dinas SDA Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyatakan bahwa perbaikan akan dilakukan melalui metode grouting dan pengecoran menggunakan beton. Ia memastikan metode ini efektif untuk memperkuat struktur tanggul yang ada.
Saat ini, proses pengecoran sudah dimulai dengan cakupan area sepanjang 400 meter di hilir Nizam Zachman (Muara Baru). Rencana penguatan akan berlanjut hingga 1 kilometer untuk menjamin ketahanan tanggul ke depan.
Ika juga menekankan bahwa penanganan darurat seperti penambalan dengan karung pasir harus segera dilakukan ketika kebocoran terdeteksi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Kepala Sudin SDA Jakarta Utara, Herisuandi, menjelaskan penyebab utama kebocoran tanggul di Muara Baru. Ia menyebutkan korosi pada beton sebagai akibat dari tekanan air laut yang tinggi.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Menurut Herisuandi, "Penyebab kebocoran memang adanya pressure dari air laut yang cukup tinggi. Juga korosi beton akibat zat klorin air laut." Pentingnya memperhatikan faktor-faktor ini menjadi jelas ketika melihat kerentanan struktur tanggul.
Perubahan iklim, termasuk fenomena pemanasan global, juga berkontribusi terhadap meningkatnya permukaan laut. Dia menjelaskan, 'Ini artinya kombinasi antara land subsidence, tinggi muka air laut, pressure air laut, dan juga korosi terhadap struktur beton.'
Faktor penurunan tanah turut memperburuk kondisi tanggul yang sudah ada, menambah risiko kebocoran semakin meningkat.
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk melaksanakan proyek perbaikan tanggul ini secara optimal. Diharapkan kerja sama antara pemerintah dan berbagai pihak dapat mengurangi risiko yang dihadapi akibat kerusakan tanggul.
Ika Agustin Ningrum menunjukkan optimisme bahwa dengan menggunakan metode modern seperti shotcrete, perbaikan ini dapat mendukung ketahanan air laut terhadap Jakarta, terutama di wilayah yang terdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: