Presiden Prabowo Dorong Pemulihan Listrik dan Infrastruktur Pasca Banjir Bandang
Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pemulihan sambungan listrik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah bencana banjir bandang baru-baru ini. Dalam rapat terbatas dengan menteri dan kepala lembaga, dia menekankan urgensi untuk segera memulihkan infrastruktur yang rusak.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kerugian signifikan yang diderita masyarakat akibat bencana, termasuk hilangnya akses jalan dan pasokan listrik. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan warga yang terdampak bisa segera kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Dalam rapat terbatas yang diadakan pada Sabtu (6/12/2025), Presiden Prabowo mengarahkan jajarannya untuk memastikan aliran listrik kembali menyala di seluruh kawasan yang terkena dampak bencana. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, 'Di Sumatera Barat aliran listrik sudah hampir menyala seluruhnya, sementara di Sumatera Utara masih ada beberapa titik, seperti di Langkat dan Tapanuli, yang listriknya belum menyala.'
Urgensi instruksi ini tampak jelas mengingat banyak daerah di Aceh juga mengalami pemadaman listrik. Pemulihan sistem kelistrikan menjadi prioritas utama agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.
Teddy Indra menambahkan, 'Penting untuk melakukan pemulihan cepat agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung.' Dengan listrik yang tersedia, diharapkan kehidupan masyarakat perlahan kembali normal.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Di sisi lain, Presiden Prabowo juga memberikan penekanan pada pemulihan infrastruktur jalan yang terdampak. Teddy Indra menyatakan, 'Presiden Prabowo memerintahkan agar seluruh akses jalan darat di wilayah terdampak bencana harus segera dipulihkan, jembatan sementara bisa segera jadi.'
Beberapa jalur kritis yang perlu segera diperbaiki termasuk Kota Takengon dan Kabupaten Bener Meriah. Hal ini dimaksudkan untuk memperlancar distribusi bantuan dan logistik ke daerah yang saat ini terisolasi.
Sebagai bagian dari pemantauan, Presiden Prabowo menyatakan kesiapannya untuk meninjau langsung ke lokasi-lokasi yang terdampak. Kunjungan ini diharapkan bisa memastikan bahwa langkah-langkah pemulihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Banjir bandang yang melanda pada Selasa (25/11/2025) berdampak parah, dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan 914 jiwa meninggal dunia dan 389 korban masih dinyatakan hilang. Situasi darurat ini memerlukan perhatian khusus dalam penyediaan bantuan bagi para pengungsi.
Para pengungsi saat ini berada di tenda darurat, menunggu bantuan dari pemerintah. Ini menciptakan kebutuhan mendesak akan pemenuhan kebutuhan dasar mereka.
Langkah-langkah yang diambil oleh Presiden Prabowo menghiasi sorotan publik dalam upaya mempercepat penanganan pasca-bencana. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan bantuan yang memadai agar masyarakat bisa segera kembali ke kehidupan normal.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: