Dampak Penebangan Ilegal Terhadap Risiko Banjir di Indonesia
Kegiatan penebangan ilegal di Indonesia memicu meningkatnya risiko banjir di berbagai daerah. Ketika hutan ditebang tanpa kontrol, keseimbangan ekosistem terganggu dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Banjir yang sering kali terjadi berhubungan erat dengan hilangnya serapan air tanah akibat praktik ilegal tersebut. Artikel ini akan mengupas lebih dalam hubungan antara penebangan liar dan banjir yang menerjang banyak daerah di Indonesia.
Illegal logging atau penebangan ilegal merujuk pada penebangan pohon tanpa izin yang dikeluarkan oleh pemangku kepentingan. Praktik ini sering dilakukan untuk meraih keuntungan instan, tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan jangka panjang.
Hutan tropis di Indonesia merupakan sumber daya alam yang sangat berharga. Namun, kegiatan illegal logging menyebabkan hilangnya hutan, yang berfungsi sebagai penyerap air dan penyangga lingkungan.
Daerah seperti Kalimantan dan Sumatera menjadi target utama praktik ini. Kerusakan yang ditimbulkan mengancam biodiversitas dan meningkatkan kemungkinan terjadinya bencana alam.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Kerusakan akibat illegal logging berdampak luas pada lingkungan. Fungsi hutan sebagai pengatur siklus air terganggu, mengakibatkan daerah tersebut menjadi rentan terhadap banjir.
Ketika pohon-pohon ditebang, tanah menjadi lebih mudah tergerus air, sehingga lahan yang sebelumnya menyerap hujan tak lagi mampu melakukannya. Hal ini menyebabkan aliran air hujan langsung masuk ke sungai dan badan air lain.
Hilangnya penutup vegetasi juga meningkatkan sedimentasi di sungai. Semakin banyak sedimen membawa aliran sungai yang lebih cepat, berpotensi meningkatkan risiko banjir bandang di daerah hilir.
Salah satu contoh dampak penebangan ilegal terlihat pada banjir yang melanda wilayah hulu Sungai Ciliwung. Sejak adanya penebangan ilegal, intensitas banjir meningkat setiap tahun, merugikan kehidupan masyarakat sekitar.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa penebangan liar di hulu sungai berkontribusi besar terhadap volume air yang mengalir ke hilir dengan cepat. Hal ini berakibat pada banjir yang lebih parah saat hujan deras.
Di Kalimantan, banjir besar juga terjadi setelah musim hujan. Penelitian menunjukkan area yang mengalami penebangan ilegal jauh lebih rentan dibandingkan daerah yang hutannya tetap terjaga.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: