Bocah Viral Terkait Pesta Sabu di Muara Bungo, Apa yang Terjadi?
Seorang bocah laki-laki dari Dusun Tebing Tinggi Uleh, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Muara Bungo, menjadi viral setelah dituduh ikut serta dalam pesta sabu-sabu bersama teman-temannya.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Dalam sebuah video yang beredar, bocah tersebut mengaku telah membeli sabu seharga Rp 30.000 dalam bentuk paket hemat.
Video yang menunjukkan bocah tersebut diinterogasi oleh seorang pria telah menjadi viral di media sosial beberapa waktu lalu. Bocah itu menjelaskan bahwa ia dan beberapa teman sebayanya mengonsumsi sabu dan lem aibon.
Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, menyampaikan bahwa video tersebut direkam pada tahun 2024, namun baru viral sekitar sepekan lalu. "Itu video lama, dan sudah diklarifikasi," ujarnya melalui pesan singkat.
Bocah tersebut mengungkapkan bahwa ada tiga temannya yang mengonsumsi sabu dan tiga lainnya menghirup lem. Hal ini menandakan adanya penyebaran narkoba yang mengkhawatirkan di kalangan anak-anak.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Menanggapi viralnya video tersebut, kepolisian setempat telah melakukan investigasi. "Kasat Narkoba dan Kapolsek Tanah Tumbuh sudah menindaklanjuti dengan melibatkan masyarakat untuk melakukan razia," jelas Natalena.
Kepolisian juga melakukan sweeping ke rumah terduga pengedar yang disebutkan bocah dalam video. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar.
Aksi ini menunjukkan komitmen pihak berwajib dalam menangani kasus penyalahgunaan narkoba, terutama yang melibatkan anak-anak.
Kasus bocah SD yang viral ini menyoroti tantangan besar dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak. Penyalahgunaan narkoba berpotensi memberikan dampak berbahaya bagi perkembangan mental dan fisik anak.
Orang tua dan masyarakat diharapkan untuk lebih waspada terhadap peredaran narkoba di sekitarnya. Pendidikan mengenai bahaya narkoba perlu dilakukan secara terbuka dan terus-menerus.
Komunitas peduli narkoba diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak agar menjauhi barang berbahaya tersebut.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: