BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 15:12 WIB

Evaluasi Tata Ruang di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pasca Bencana

Evaluasi Tata Ruang di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pasca BencanaEvaluasi Tata Ruang di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pasca Bencana

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan mengevaluasi tata ruang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang mengakibatkan ratusan korban jiwa.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Evaluasi ini bertujuan memastikan pemanfaatan ruang sejalan dengan karakteristik lingkungan, sekaligus meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.

Evaluasi Tata Ruang Pasca Bencana

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menjelaskan bahwa evaluasi ini akan dilaksanakan setelah tahap tanggap darurat berakhir. "Kalau sudah tahap tanggap darurat selesai, kami pasti akan melakukan evaluasi tata ruang," ujarnya.

Langkah serupa sebelumnya dilaksanakan di Jakarta, di mana pemerintah mengatur ulang pola ruang setelah banjir besar, melibatkan berbagai pihak dari pemerintah provinsi dan kementerian.

Tujuan evaluasi ini adalah untuk mengatasi tantangan dalam pengaturan ruang dan memberikan rekomendasi perubahan pada area yang dianggap tidak adaptif terhadap bencana.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Keterlibatan Pemerintah Daerah dan Lintas Sektor

Kementerian ATR/BPN berencana bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Upaya ini diharapkan menghasilkan kebijakan ruang yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Nusron menjelaskan bahwa penyesuaian tata ruang perlu melibatkan semua pihak untuk menjamin keselamatan dan keberlanjutan masyarakat. "Penyesuaian tata ruang harus dilakukan secara kolaboratif agar tidak sebatas administratif," tambahnya.

Kerjasama lintas sektor diharapkan memberikan perspektif holistik dalam perencanaan ruang di masa depan.

Mendidik Masyarakat tentang Pencegahan Bencana

Nusron menekankan pentingnya penerapan tata ruang yang konsisten dalam pencegahan bencana. Ia mengungkap bahwa banyak kejadian bencana disebabkan oleh pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungan.

Melalui evaluasi ini, pemerintah berupaya tidak hanya memperbaiki wilayah terdampak, tetapi juga memperkuat sistem tata ruang yang defensif, agar bencana serupa tidak terulang.

Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam bagi para korban bencana di tiga provinsi tersebut, mencatat data dari BNPB yang menunjukkan jumlah korban tewas mencapai 753 jiwa.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Evaluasi Tata Ruang di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pasca Bencana

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!