Korea Selatan Luncurkan Kapal Selam Bertenaga Nuklir: Langkah Strategis di Tengah Ketegangan Kawasan
Korea Selatan baru saja meraih pencapaian penting dengan pengumuman pembangunan kapal selam bertenaga nuklir, hasil kerjasama strategis dengan Amerika Serikat. Pengumuman ini menyusul perjanjian yang ditandatangani pada November 2025, menandakan langkah maju dalam kemampuan pertahanan negara tersebut.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Presiden Lee Jae Myung menggarisbawahi pentingnya proyek ini, yang diharapkan akan memperkuat posisi Korea Selatan di kawasan yang semakin bergejolak. 'Ini adalah hasil nyata dari perundingan bilateral yang intensif,' ungkap Lee dalam turnya baru-baru ini.
Penandatanganan perjanjian pembangunan kapal selam bertenaga nuklir oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat menggarisbawahi peningkatan robust terhadap hubungan bilateral kedua negara. Dalam lembar fakta yang dirilis oleh Gedung Putih, AS menyatakan komitmennya untuk menyediakan dukungan dalam pembuatan kapal selam tersebut, termasuk pengadaan bahan bakar nuklir.
Lee Jae Myung menyebutkan bahwa pencapaian ini adalah langkah signifikan dalam memperkuat pertahanan Korea Selatan. Dia menegaskan, 'Kami membutuhkan kemampuan pertahanan yang lebih baik untuk menghadapi tantangan yang ada di lingkungan keamanan saat ini.'
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Kapal selam bertenaga nuklir ini direncanakan untuk dibangun di galangan kapal di Philadelphia oleh Hanwha, konglomerat asal Korea Selatan. Donald Trump sebelumnya mengungkapkan bahwa kapal ini akan menggantikan kapal selam bertenaga diesel yang lebih tua, yang dinilai kurang efisien dalam operasi.
Keunggulan utama dari kapal selam nuklir ini adalah kemampuannya untuk beroperasi lebih lama dan lebih jauh. Hal ini diharapkan memberikan Korea Selatan keunggulan strategis dalam pengintaian, terutama terhadap aktivitas yang dilakukan oleh Korea Utara dan China.
Di kancah global, hanya enam negara yang memiliki kapal selam strategis bertenaga nuklir yaitu AS, China, Rusia, Inggris, Prancis, dan India. Dengan kehadiran hanya sekitar 20 kapal selam bertenaga diesel, Korea Selatan harus meningkatkan kapabilitasnya untuk menangkal potensi ancaman di kawasan.
Kapabilitas kapal selam bertenaga nuklir akan memungkinkan Korea Selatan untuk memperkuat deteksi dan respons terhadap ancaman di perairan sekitarnya. Keberhasilan ini menandakan bahwa Korea Selatan tidak ingin tertinggal dalam perlombaan kekuatan militer modern.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: