Perbaikan Pesawat Airbus A320 di Indonesia: Tanggapan Ditjen Hubud Terhadap Arahan EASA
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan mengonfirmasi bahwa semua pesawat Airbus A320 di Indonesia telah melakukan perbaikan perangkat lunak setelah arahan dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA). Perbaikan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional pesawat tanpa mengganggu jadwal penerbangan.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dirjen Hubud Lukman F Laisa menegaskan bahwa tindakan ini sangat penting untuk menjaga keselamatan penerbangan. Semua maskapai yang mengoperasikan A320 telah mengikuti protokol yang ditetapkan.
Perbaikan perangkat lunak pesawat Airbus A320 di Indonesia dimulai usai keluarnya arahan Kelaikudaraan Darurat (Emergency Airworthiness Directive/EAD) dari EASA. Arahan ini mengharuskan semua maskapai untuk memeriksa dan memperbarui software Aileron Elevator (ELAC) yang bermasalah.
Lukman F Laisa menjelaskan bahwa Ditjen Hubud melakukan pemeriksaan dan downgrade software ELAC B 104. Setiap maskapai segera melaksanakan tindakan perbaikan sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Ditjen Hubud sudah menerbitkan perintah kelaikudaraan (Airworthiness Directives) dalam rangka menjaga keselamatan penerbangan,” kata Lukman dalam pernyataan resminya.
Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Setelah perbaikan, evaluasi menyeluruh dilakukan oleh Inspektur Kelaikudaraan dan Inspektur Operasi Pesawat Udara dari Ditjen Hubud. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan semua pesawat yang diperbaiki memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
Lukman juga memberikan apresiasi kepada semua maskapai yang telah menyelesaikan perbaikan dengan cepat dan baik. “Pesawat telah memiliki komputer kendali Aileron Elevator (ELAC) yang 'layak beroperasi' sebelum melaksanakan penerbangan berikutnya,” ujarnya.
Langkah ini menjadi krusial agar tidak ada gangguan pada operasional penerbangan nasional setelah recall yang melibatkan banyak penumpang.
Airbus melakukan recall terhadap sekitar 6.000 unit pesawat A320 di seluruh dunia terkait masalah perangkat lunak kontrol yang sensitif terhadap radiasi matahari. Jika pesawat terpapar radiasi secara intens, ini dapat merusak software dan berisiko bagi keselamatan penumpang.
Situasi ini memunculkan keharusan bagi pihak berwenang dan maskapai untuk segera mengambil langkah perbaikan. Penting bagi mereka untuk bekerja sama dalam menangani masalah yang bersifat mendesak dan global ini.
Kesiapsiagaan dalam penanganan masalah ini di Indonesia akan membantu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap keselamatan penerbangan.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: