Bencana Hidrometeorologi dan Dampaknya Terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia
Bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan kekeringan, semakin sering melanda Indonesia dan mengancam ketahanan pangan di berbagai daerah.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Dengan pola cuaca yang berfluktuasi, banyak petani menghadapi tantangan besar untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Banjir yang melanda seringkali merusak lahan pertanian, mengakibatkan tanaman mati dan hasil panen menjadi tidak optimal.
Menurut Badan Meteorologi dan Klimatologi, intensitas hujan yang meningkat menyebabkan terjadinya banjir di berbagai wilayah, terutama di pulau-pulau yang padat penduduk.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Kekeringan yang berkepanjangan tidak hanya membuat tanah menjadi kering, tetapi juga mengurangi ketersediaan air bersih untuk pertanian.
Dalam beberapa kasus, sejumlah daerah di Indonesia mengalami penurunan drastis dalam produksi pangan akibat tidak ada air untuk irigasi.
Untuk mengatasi dampak dari perubahan cuaca, banyak petani mulai beralih ke metode pertanian yang lebih tahan terhadap bencana.
Program pelatihan yang diadakan oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat membantu petani memahami teknologi baru yang dapat meningkatkan ketahanan pangan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: