BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 01 DESEMBER 2025 • 18:47 WIB

Bencana Hidrometeorologi dan Dampaknya Terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia

Bencana Hidrometeorologi dan Dampaknya Terhadap Ketahanan Pangan di IndonesiaBencana Hidrometeorologi dan Dampaknya Terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia

Bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan kekeringan, semakin sering melanda Indonesia dan mengancam ketahanan pangan di berbagai daerah.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Dengan pola cuaca yang berfluktuasi, banyak petani menghadapi tantangan besar untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Dampak Banjir Terhadap Pertanian

Banjir yang melanda seringkali merusak lahan pertanian, mengakibatkan tanaman mati dan hasil panen menjadi tidak optimal.

Menurut Badan Meteorologi dan Klimatologi, intensitas hujan yang meningkat menyebabkan terjadinya banjir di berbagai wilayah, terutama di pulau-pulau yang padat penduduk.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol

Kekeringan dan Krisis Air

Kekeringan yang berkepanjangan tidak hanya membuat tanah menjadi kering, tetapi juga mengurangi ketersediaan air bersih untuk pertanian.

Dalam beberapa kasus, sejumlah daerah di Indonesia mengalami penurunan drastis dalam produksi pangan akibat tidak ada air untuk irigasi.

Strategi Adaptasi Petani Menghadapi Bencana

Untuk mengatasi dampak dari perubahan cuaca, banyak petani mulai beralih ke metode pertanian yang lebih tahan terhadap bencana.

Program pelatihan yang diadakan oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat membantu petani memahami teknologi baru yang dapat meningkatkan ketahanan pangan.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Bencana Hidrometeorologi dan Dampaknya Terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!