BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 16:23 WIB

Mengapa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat Seiring Bertambahnya Usia?

Author

Mengapa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat Seiring Bertambahnya Usia?Mengapa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat Seiring Bertambahnya Usia?

Banyak orang dewasa merasakan bahwa waktu berjalan semakin cepat dibandingkan saat mereka masih anak-anak. Fenomena ini telah diteliti oleh para psikolog dan ilmuwan zaman modern.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Beberapa faktor, seperti pengalaman hidup dan perubahan rutinitas, berkontribusi terhadap persepsi waktu ini. Hal ini menyebabkan kita lebih jarang merasakan kenangan baru seperti saat masih kecil.

Persepsi Waktu dalam Psikologi

Persepsi waktu adalah konsep yang kompleks dan subjektif, di mana setiap individu dapat merasakannya berbeda berdasarkan pengalaman pribadi dan situasi yang dihadapi. Para psikolog menjelaskan bahwa waktu tidak hanya diukur dengan detik dan menit, melainkan juga oleh bagaimana individu mengingat momen-momen sebelumnya.

Salah satu teori yang mendasari persepsi waktu ini berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari setiap orang dan jumlah pengalaman baru yang diperoleh. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak pengalaman baru yang kita miliki, semakin lambat waktu terasa berjalan.

Di sisi lain, rutinitas monoton dan minimnya variasi dalam aktivitas saat dewasa turut berkontribusi pada persepsi waktu yang terasa cepat. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan otak yang tidak merekam pengalaman yang dianggap tidak istimewa atau berulang.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Pengaruh Usia dan Rutinitas

Penelitian menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, frekuensi pengalaman baru yang dialami cenderung menurun. Meskipun hal ini membuat otak lebih efisien dalam memproses informasi, namun dampaknya adalah persepsi waktu menjadi lebih cepat.

Rutinitas yang sama setiap hari mengakibatkan otak mengabaikan detail-detail kecil, sehingga waktu terasa berlalu lebih cepat. Dalam konteks ini, peristiwa penting yang jarang terjadi semakin mempercepat kesan bahwa kehidupan berlalu begitu cepat.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal psikologi menyebutkan bahwa pada saat individu terlibat dalam aktivitas mendebarkan, mereka cenderung merasa waktu berjalan lebih lambat. Ini menunjukkan bahwa ketegangan atau kegembiraan dapat memperlambat persepsi subjektif tentang waktu.

Membangun Kenangan Baru

Untuk melawan persepsi waktu yang terasa cepat, penting bagi setiap individu untuk aktif mencari pengalaman baru dan tidak terjebak dalam rutinitas yang monoton. Pengalaman baru bisa mencakup hobi baru, perjalanan, atau belajar keterampilan yang berbeda, yang dapat mengubah perspektif kita soal waktu.

Menyusun agenda yang menarik dan variatif bisa menjadi cara untuk mengubah rutinitas sehari-hari. Ini akan memaksa individu untuk melakukan aktivitas yang berbeda dari biasanya, sehingga momen-momen hidup menjadi lebih berwarna.

Merayakan momen-momen kecil dalam kehidupan sehari-hari juga memiliki peran penting dalam memperlambat persepsi waktu. Dengan lebih fokus pada detail-detail kecil, kita dapat menciptakan kenangan yang lebih berarti dan mendalam.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengapa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat Seiring Bertambahnya Usia?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!