BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 13:00 WIB

Fenomena Bulan Besar: Antara Ilusi dan Realita Astronomi

Fenomena Bulan Besar: Antara Ilusi dan Realita AstronomiFenomena Bulan Besar: Antara Ilusi dan Realita Astronomi

Setiap malam, bulan menghiasi langit dengan cahayanya, tetapi kadang ia tampil lebih besar dari biasanya. Fenomena ini bukan sekadar ilusi, melainkan hasil dari berbagai faktor astronomi yang menarik untuk diperhatikan.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Dalam artikel ini, kita akan menggali penyebab di balik terlihatnya bulan yang megah, meliputi aspek persepsi, pergerakan bulan, serta pengaruh atmosfer terhadap penampilannya.

Ilusi Optik: Apa Itu?

Salah satu penjelasan kenapa bulan bisa terlihat lebih besar adalah ilusi optik. Ketika bulan berada dekat dengan horison, mata kita cenderung membandingkannya dengan objek sekitar, seperti pohon atau bangunan, sehingga membuatnya tampak lebih besar.

Ilusi ini berlaku tidak hanya untuk bulan, tetapi juga untuk objek langit lainnya. Secara psikologis, kita sering memandang ukuran objek lebih besar saat dikelilingi oleh ruang terbuka, jika dibandingkan saat objek tersebut dekat dengan tanah.

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Pergerakan Orbit Bulan

Bulan bergerak mengelilingi Bumi dengan orbit yang berbentuk elips, yang mengakibatkan variasi jarak antara keduanya. Ketika bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi, atau perigee, ia akan tampak lebih besar dan lebih terang dibandingkan saat berada di titik terjauh, apogee.

Ketika fenomena Supermoon terjadi, bulan dapat terlihat hingga 14% lebih besar dan 30% lebih terang. Ini menjadi saat yang dinanti oleh banyak orang untuk menyaksikan keindahan malam dengan bulan yang menawan.

Faktor Atmosfer dan Cuaca

Selain persepsi dan orbit, kondisi atmosfer berpengaruh signifikan terhadap cara kita melihat bulan. Saat bulan terbit rendah di langit, atmosfer Bumi dapat menyebabkan distorsi pada cahaya yang mencapai mata kita.

Pengaruh cuaca, seperti kabut dan polusi, juga memberikan dampak pada penampilan bulan. Di malam yang jernih, bulan tampak lebih cerah dan jelas, sedangkan pada malam berkabut, bulan bisa terlihat lebih besar namun dengan penampilan yang pecah-pecah.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Bulan Besar: Antara Ilusi dan Realita Astronomi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!