Pengaruh Pemompaan Air Tanah terhadap Pergeseran Kutub Rotasi Bumi
Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa pemompaan air tanah yang dilakukan manusia berpengaruh signifikan terhadap pergeseran kutub rotasi Bumi, mencapai sekitar 80 cm dalam 17 tahun terakhir.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Aktivitas ini memperlihatkan keterkaitan erat dengan perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut, yang dapat berdampak serius pada keseimbangan lingkungan.
Fenomena pergeseran kutub rotasi Bumi menarik perhatian setelah sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters.
Para peneliti menemukan hubungan yang jelas antara pemompaan air tanah yang masif dan pergeseran kutub Bumi.
Di antara tahun 1993 dan 2010, manusia memompa sekitar 2.150 gigaton air tanah, yang sebagian besar digunakan untuk irigasi dan kebutuhan rumah tangga, sebelum akhirnya mengalir ke lautan.
Perpindahan air dari daratan ke lautan ini mengubah distribusi massa di Bumi, sehingga mempengaruhi rotasi planet kita.
Ki-Weon Seo, pemimpin studi dan ahli geofisika dari Seoul National University, menggunakan analogi sederhana untuk menerangkan pergeseran ini.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
'Bayangkan Bumi sebagai gasing. Ketika kita memindahkan air dari satu tempat ke tempat lain, seperti menambahkan sedikit beban pada gasing yang berputar,' ujarnya.
Melalui analisis data distribusi air, para peneliti berhasil memodelkan dampak pemompaan air terhadap perubahan kutub.
Surendra Adhikari, ilmuwan di NASA’s Jet Propulsion Laboratory, juga mengungkapkan, 'Mereka telah mengukur peran pemompaan air tanah pada gerakan kutub, dan itu cukup signifikan.'
Hasil studi ini bukan hanya penting secara ilmiah, tetapi juga akan berpengaruh terhadap kebijakan lingkungan.
Data mengenai pergeseran kutub rotasi Bumi menjadi alat penting bagi konservasionis dan pembuat kebijakan untuk menyusun strategi menghadapi perubahan iklim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: