BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 17:55 WIB

Diabesity: Ancaman Ganda bagi Kesehatan Global

Diabesity: Ancaman Ganda bagi Kesehatan GlobalDiabesity: Ancaman Ganda bagi Kesehatan Global

Diabesity, istilah yang mengkombinasikan obesitas dan diabetes tipe 2, kini menjadi fokus utama dalam kesehatan global. Penyakit ini tidak hanya dianggap sebagai epidemi, namun juga dapat mengakibatkan komplikasi serius bagi penderitanya.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Kondisi anu mempengaruhi banyak orang di seluruh dunia ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, di mana dua masalah kesehatan ini hadir bersamaan, mengundang perhatian para ahli dan masyarakat.

Apa itu Diabesity?

Diabesity bukanlah diagnosis resmi, melainkan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan di mana seseorang mengalami obesitas dan diabetes tipe 2 secara bersamaan. Dengan meningkatnya prevalensi obesitas, diabesity telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia.

Peningkatan angka obesitas di banyak negara, serta gaya hidup tidak sehat yang umum diadopsi, menjadikan diabesity sorotan banyak pihak. Hal ini mendorong penelitian yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang berkontribusi pada kondisi ini.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Kaitan Antara Obesitas dan Diabetes

Obesitas berkontribusi pada pengembangan diabetes dengan memperburuk resistensi insulin di dalam tubuh. Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh tidak dapat merespon insulin dengan baik, yang mengakibatkan kadar glukosa dalam darah meningkat.

Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi keseimbangan gula dalam tubuh, tetapi juga menciptakan lingkaran setan bagi penderita. Ketika seseorang mengalami kedua kondisi ini, pengelolaan kesehatan mereka menjadi semakin kompleks.

Dampak Kesehatan dari Diabesity

Kombinasi antara obesitas dan diabetes tipe 2 meningkatkan risiko penyakit jantung, yang diketahui sebagai penyebab utama kematian di banyak negara. Menurut data dari berbagai sumber, pria dan wanita dengan diabesity menghadapi risiko lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang tidak mengalaminya.

Sebuah studi tahun 2020 memperkirakan jumlah individu dengan diabetes akan mencapai 642 juta pada tahun 2040. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kelebihan lemak tubuh adalah faktor risiko terkuat yang berkontribusi pada peningkatan angka diabetes di masa depan.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Diabesity: Ancaman Ganda bagi Kesehatan Global

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!