BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 18:15 WIB

Membedah Konsep Work-Life Balance: Mitos atau Realitas?

Membedah Konsep Work-Life Balance: Mitos atau Realitas?Membedah Konsep Work-Life Balance: Mitos atau Realitas?

Work-life balance, istilah yang tengah ramai dibicarakan dalam dunia kerja saat ini, sering kali menjadi subjek perdebatan. Masalahnya, apakah konsep ini benar-benar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari?

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Sementara banyak yang berpendapat tentang pentingnya keseimbangan antara karir dan kehidupan pribadi, kenyataannya banyak pekerja merasa jauh dari 'seimbang' dalam menjalankan dua aspek kehidupan ini.

Definisi Work-Life Balance

Work-life balance dapat diartikan sebagai keadaan di mana seseorang mampu membagi waktu dan perhatian antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dengan efektif.

Menurut beberapa ahli, keseimbangan yang baik antara kedua aspek ini dapat meningkatkan kualitas hidup serta produktivitas individu di tempat kerja.

Namun, tantangan dalam mencapai keseimbangan ini cukup besar, terlebih di era digital saat batasan antara kerja dan kehidupan semakin kabur.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Tantangan yang Dihadapi

Salah satu tantangan terbesar dalam mencapai work-life balance adalah budaya kerja yang sangat menuntut. Banyak perusahaan mengharapkan karyawan untuk selalu tersedia, bahkan di luar jam kerja.

Kondisi ini dapat menyebabkan stres dan kelelahan, yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik karyawan.

Studi menunjukkan bahwa keterikatan karyawan terhadap pekerjaan dapat menghambat mereka dalam menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga atau bahkan diri sendiri.

Apakah Work-Life Balance Realistis?

Banyak orang saat ini merasa bahwa mencapai work-life balance adalah sesuatu yang hampir mustahil. Rasa tertekan kerap muncul, terutama saat deadline pekerjaan semakin mendekat.

Beberapa pakar berargumen bahwa alih-alih menekankan keseimbangan, individu sebaiknya fokus pada integrasi antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Dengan pendekatan ini, orang dapat lebih fleksibel dalam mengatur waktu tanpa merasa tertekan untuk membagi keduanya secara kaku.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Membedah Konsep Work-Life Balance: Mitos atau Realitas?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!