BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 13:50 WIB

Fenomena Dentuman Keras Meteor di Cirebon: Penjelasan dari Para Ahli

Fenomena Dentuman Keras Meteor di Cirebon: Penjelasan dari Para AhliFenomena Dentuman Keras Meteor di Cirebon: Penjelasan dari Para Ahli

Pada Minggu, 5 Oktober 2025, suara dentuman keras mengejutkan warga Cirebon, memicu kepanikan di kalangan masyarakat setempat.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Dugaan awal penyebab suara tersebut adalah jatuhnya meteor di Laut Jawa, yang dijelaskan lebih lanjut oleh pakar dari Observatorium Bosscha.

Fenomena Dentuman Keras dan Sonic Boom

Dentuman yang terdengar di Cirebon memiliki kemiripan dengan sonic boom, yang biasanya terjadi ketika objek bergerak lebih cepat dari kecepatan suara.

Pakar mengungkapkan bahwa suara ledakan ini mungkin berasal dari pecahnya material meteor saat memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi.

Proses ini menghasilkan suhu yang ekstrem dan getaran yang merambat hingga ke permukaan bumi, menciptakan pengalaman yang menakutkan bagi penduduk.

Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat

Ukuran Meteor dan Perbandingan dengan Kejadian Sebelumnya

Meteor yang melintasi langit Cirebon diperkirakan berukuran antara 3 hingga 5 meter, yang tergolong kecil jika dibandingkan dengan kejadian meteorit besar lainnya.

Sebagai contoh, meteor yang melintasi Bone di Sulawesi Selatan pada 2009 diperkirakan berukuran 10 meter, sedangkan meteor Chelyabinsk di Rusia pada tahun 2013 mencapai 17 meter.

Agus Triono Puri Jatmiko menjelaskan, 'Meteor Cirebon termasuk kecil jika dibandingkan dengan dua kejadian sebelumnya.'

Dampak dari Jatuhnya Meteor di Cirebon

Menurut Agus, dampak dari meteor dengan ukuran kecil ini di lautan tergolong minimal, karena ukurannya akan mengecil saat memasuki atmosfer.

Namun, ia juga memperingatkan bahwa potensi bahaya tetap ada. 'Jika meteor ini meledak dengan energi besar dan ketinggian rendah, tentu gelombang kejutnya akan bisa merusak bangunan dan mencederai manusia,' ungkapnya.

Agus menambahkan bahwa seperti ini sulit diprediksi, dan banyak asteroid besar tidak dapat dideteksi lebih awal.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Dentuman Keras Meteor di Cirebon: Penjelasan dari Para Ahli

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!