BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 16:55 WIB

Erupsi Gunung Semeru: Delapan Kali Letusan dalam Sehari

Erupsi Gunung Semeru: Delapan Kali Letusan dalam SehariErupsi Gunung Semeru: Delapan Kali Letusan dalam Sehari

Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami delapan kali erupsi pada Selasa, 25 November 2025, dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.20 WIB dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu yang mengarah ke utara.

Rincian Erupsi Gunung Semeru

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menjelaskan bahwa erupsi pertama berlangsung pada pukul 00.20 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak. Kolom abu terlihat memiliki intensitas sedang dan berarah ke utara.

Setiap beberapa menit, erupsi berlanjut, di mana pada pukul 00.41 WIB, letusan mencapai tinggi 600 meter. Hal ini diikuti dengan letusan lain yang teramati mencapai 800 meter pada pukul 00.53 WIB.

Pukul 01.18 WIB mencatat letusan dengan tinggi 400 meter, yang kembali meningkat pada pukul 01.34 WIB mencapai tinggi 800 meter. Letusan pada pukul 01.37 WIB teramati setinggi 500 meter dan diakhiri dengan letusan terakhir yang mencapai 1.000 meter pada pukul 05.33 WIB.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Status dan Rekomendasi dari PVMBG

Berdasarkan pengamatan, status Gunung Semeru saat ini adalah Level IV atau Awas. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat di area sekitar.

Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 kilometer dari puncak gunung. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.

Disarankan pula bagi masyarakat untuk menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter, mengingat potensi awan panas dan lahar yang masih dapat terjadi akibat erupsi.

Waspada Terhadap Potensi Bahaya

Kewaspadaan meningkat mengingat potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar di sepanjang sungai berhulu puncak Semeru, khususnya di area Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan sungai-sungai kecil anak alirannya.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius delapan kilometer dari kawah Gunung Semeru. Hal ini penting mengingat potensi lontaran batu pijar di kawasan ini, yang dapat membahayakan keselamatan.

Semua langkah antisipasi ini diharapkan dapat melindungi masyarakat sekitar dari dampak potensi erupsi yang lebih besar.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Erupsi Gunung Semeru: Delapan Kali Letusan dalam Sehari

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!