Penanganan Unjuk Rasa: Polri Berubah Paradigma untuk Pelayanan Masyarakat
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan perubahan paradigma dalam penanganan unjuk rasa yang lebih mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk menjadikan Polri lebih responsif terhadap kebutuhan komunikasi antara pihak-pihak terkait.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Dengan fokus baru ini, harapan masyarakat agar penanganan unjuk rasa tidak lagi sekadar penjagaan, melainkan kolaborasi, diharapkan dapat tercapai. Jenderal Listyo menegaskan pentingnya adaptasi Polri dalam melaksanakan tugasnya.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan bahwa adaptasi Polri sangat penting dalam menjalankan fungsinya, terutama dalam konteks unjuk rasa. "Jadi tentunya kita harus selalu adaptif dengan apa yang menjadi harapan masyarakat," ungkapnya saat wawancara.
Melalui penekanan pada pelayanan, Polri berupaya untuk membangun jalur komunikasi yang lebih baik antara massa demonstran dan lembaga-lembaga terkait. "Misalkan, menghubungkan dengan institusi terkait yang akan digunakan sebagai tempat untuk menyampaikan pendapat," tambahnya.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kapolri menjelaskan bahwa pola baru ini juga bertujuan mencegah distorsi dalam unjuk rasa. Polri berkomitmen untuk memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan demo untuk kepentingan buruk.
Jenderal Sigit menegaskan pentingnya pemisahan antara massa pengunjuk rasa dan kelompok yang berpotensi menyebabkan kerusuhan, agar penanganan dapat dilakukan dengan tepat dan cepat.
Dalam upaya memperbaiki pola pelayanan, Kapolri juga mengundang Kepolisian Hong Kong sebagai pembicara dalam apel jajaran kepala satuan wilayah (Kasatwil) 2025. Langkah ini diambil untuk mendapatkan pandangan dan model penanganan unjuk rasa yang lebih baik.
"Kita ingin mencari model-model untuk penanganan aksi, khususnya terkait dengan kebebasan mengeluarkan pendapat," ujarnya, menunjukkan komitmen Polri untuk belajar dari pengalaman internasional.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: