Letusan Gunung Hayli Gubbi: Kembali Aktif Setelah 12.000 Tahun
Gunung berapi Hayli Gubbi di Ethiopia meletus untuk pertama kalinya setelah hampir 12.000 tahun tidak aktif. Letusan ini memproduksi abu vulkanik setinggi 14 kilometer yang tercatat oleh Pusat Peringatan Abu Vulkanik Toulouse (VAAC).
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Peristiwa ini terjadi di wilayah Afar, sekitar 800 kilometer timur laut Addis Ababa, dan berlangsung selama beberapa jam pada hari Minggu. Awan abu yang dihasilkan oleh letusan terlihat melayang di atas wilayah Yaman, Oman, India, dan Pakistan utara.
Gunung Hayli Gubbi memiliki tinggi sekitar 500 meter dan terletak dalam Lembah Rift, yang dikenal dengan aktivitas geologisnya yang intens. Letusan ini diidentifikasi sebagai fenomena signifikan, karena gunung tersebut tidak pernah meletus selama periode Holosen yang dimulai sekitar 12.000 tahun yang lalu.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan gumpalan asap putih tebal hasil letusan, meskipun keakuratan video ini belum dapat diverifikasi. Para pengamat dan peneliti vulkanik menekankan bahwa letusan ini dapat berpengaruh pada kondisi atmosfer di sekitarnya.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Simon Carn, seorang ahli vulkanologi dari Universitas Teknologi Michigan, menekankan bahwa Hayli Gubbi tidak memiliki catatan letusan selama periode Holosen. Informasi ini menambah basis data ilmiah terkait aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.
Letusan ini menunjukkan bukan hanya penambahan catatan sejarah gunung tersebut tetapi juga menyoroti perubahan lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas geologis.
Hingga saat ini, pihak berwenang di daerah Afar belum memberikan informasi mengenai korban jiwa atau pengungsi akibat letusan ini. Penanganan dan evaluasi lebih lanjut dibutuhkan untuk memahami dampak lebih luas dari peristiwa ini.
Dengan adanya letusan tersebut, kesiapsiagaan komunitas lokal serta infrastruktur di sekitarnya kini menjadi perhatian penting pemerintah dan lembaga terkait, guna meminimalkan risiko bencana di masa depan.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: