Pentingnya Pemeriksaan Genetik untuk Diabetes MODY di Indonesia
Diabetes MODY, yang merupakan salah satu bentuk diabetes monogenik, kini mulai mendapatkan perhatian di Indonesia. Satu dari delapan orang yang menderita diabetes mengalami kondisi ini, yang sering disalahartikan sebagai diabetes tipe 1 atau 2.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menekankan pentingnya pemeriksaan genetik untuk mendeteksi diabetes MODY lebih awal dan mencegah komplikasi di masa depan.
Di Indonesia, pemeriksaan diabetes MODY kini dapat dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dengan tes ini, pasien hanya perlu melakukan satu kali pemeriksaan untuk menentukan jenis pengobatan yang paling tepat.
Dante menjelaskan, "Pemeriksaan ini betul-betul baru untuk mendeteksi adanya diabetes pada usia muda bahkan sebelum muncul gejalanya," menyoroti urgensi langkah antisipatif dalam penanganan diabetes.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Pemeriksaan MODY ini menargetkan pasien di bawah usia 25 tahun, termasuk mereka yang tidak menunjukkan gejala klinis diabetes. Banyak dari mereka tampak sehat secara fisik tetapi memiliki kelainan genetik.
Dante menambahkan, "Untuk pasien diabetes tidak bergejala, secara fisik tidak tampak ada keluhan, tapi secara genetik ada kelainan." Ini menunjukkan pentingnya pemahaman genetik dalam menentukan pengobatan yang tepat.
Meskipun diagnostik ini sangat diperlukan, pemeriksaan MODY saat ini belum tercover oleh BPJS Kesehatan. "Soal pembiayaan, untuk BPJS Kesehatan memang belum masuk. Tapi nanti akan dipelajari, tergantung jumlah kasusnya," ungkap Dante.
Biaya untuk pemeriksaan MODY diperkirakan sekitar Rp 4 juta, yang lebih terjangkau daripada melakukan pengujian ke luar negeri. Dengan meningkatnya kasus diabetes pada usia muda, layanan diagnosis genetik menjadi krusial.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: