Keraton Surakarta Rombak Struktur untuk Modernisasi yang Lebih Baik
Pakubuwono (PB) XIV Hamengkunegoro secara resmi mengumumkan pembentukan struktur bebadan baru di Keraton Surakarta. Langkah ini ditujukan untuk pengelolaan yang lebih modern dan efisien.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Pernyataan tersebut disampaikan usai Salat Jumat di Masjid Agung Solo, menekankan pentingnya niat yang baik di balik setiap keputusan strategis.
PB XIV Hamengkunegoro menekankan pentingnya kontribusi setiap generasi dalam mengembangkan keraton. "Hasil yang baik dapat tercapai jika didasari oleh niat yang baik," ujarnya.
Dialog dengan anggota keluarga lain, termasuk kakak laki-lakinya KGPH Hangabehi, juga dilakukan untuk memastikan keterlibatan mereka dalam proses pembentukan struktur baru ini.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
KPA Singonagoro, Juru Bicara Humas Keraton Surakarta, mengungkapkan bahwa struktur baru merupakan hasil dari proses yang matang. Penyatuan elemen tradisional, akademis, dan profesional menjadi fokus utama.
Penempatan tokoh adat dalam jajaran Paranpara Nata sebagai penasihat utama Raja adalah bentuk penghormatan terhadap warisan budaya. Selain itu, kehadiran Staf Khusus Raja dari kalangan akademisi menggambarkan modernisasi yang adaptif.
Struktur baru yang telah disahkan mencakup penunjukan KPAA Sugeng Nugroho Dwijonagoro sebagai Sekretaris Pribadi Raja dan KPA Singonagoro sebagai Juru Bicara resmi. Langkah ini menggambarkan komitmen pada tata kelola yang lebih baik.
Pembentukan Lembaga Hukum Raja juga menjadi salah satu fokus, dengan kehadiran dua figur legal untuk memperkuat legitimasi dan perlindungan hukum bagi keraton.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: