Gunung Semeru Meletus Lagi: Apa yang Terjadi dan Sejarahnya?
Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Rabu siang, 19 November 2025, mengeluarkan awan panas yang mencapai Jembatan Gladak Perak, jalur penting menuju lereng gunung.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Sebagai langkah pencegahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur segera menutup jembatan tersebut demi menjaga keselamatan masyarakat dan pengunjung.
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru telah tercatat sejak tahun 1818, meskipun dokumentasi detailnya baru mulai tampak pada tahun 1913.
Berdasarkan informasi dari BNPB, erupsi besar pertama kali teramati pada periode 1941-1942, di mana lava mengalir ke lereng sisi timur.
Dari tahun 1941 hingga Februari 1942, leleran lava Semeru mencakup area dengan ketinggian antara 1.400 hingga 1.775 meter, dan hasilnya menimbun Pos Pengairan Bantengan.
Aktivitas vulkanik di Semeru berulang kali terjadi dari 1945 hingga 1960, dan catatan erupsi yang mencolok muncul pada tahun 1990, 1992, 1994, dan tahun-tahun berikutnya.
Erupsi signifikan seperti yang terjadi pada tahun 1977 melibatkan aliran lava yang menghasilkan awan panas dengan jangkauan hingga 10 kilometer.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Dampak dari erupsi tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian di sekitarnya.
Selanjutnya, dalam catatan tahun 2008, awan panas meluncur ke arah Besuk Kobokan dengan jarak mencapai 2.500 meter.
Rentetan aktivitas beruntun antara tahun 2014 hingga 2017 terjadi hampir setiap bulan, menciptakan perhatian khusus di kalangan pemerintah dan masyarakat.
Observasi oleh PVMBG mencatat erupsi di bulan Desember 2022 dan 2024 menunjukkan adanya potensi risiko aliran piroklastik yang berbahaya bagi penduduk lokal.
Dalam upaya menjaga keselamatan warga, sejumlah keputusan evakuasi besar-besaran telah dilakukan di kawasan Gunung Semeru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: