China Lakukan Uji Coba Astronaut Tikus di Luar Angkasa untuk Penelitian Fisiologi
China berhasil melakukan uji coba pengiriman 'astronaut tikus' ke stasiun luar angkasa pada 31 Oktober 2025.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Tikus-tikus tersebut tinggal di stasiun luar angkasa selama hampir dua minggu untuk keperluan penelitian tentang pengaruh luar angkasa.
Tikus dipilih untuk uji coba ini karena ukurannya yang kecil, siklus reproduksi yang pendek, dan kemudahan dalam modifikasi genetik.
Menurut para ilmuwan, hewan ini adalah objek penelitian ideal untuk menganalisis fisiologis dan perkembangan organisme di luar angkasa.
Selama berada di luar angkasa, tikus-tikus tersebut dipantau secara konstan menggunakan video multidimensi.
Data yang dikumpulkan selama pengamatan ini nantinya akan dianalisis untuk memahami pengaruh lingkungan luar angkasa terhadap perilaku mereka.
Setelah kembali ke Bumi, tim ilmuwan akan melakukan analisis terhadap perilaku, fisiologi, dan metrik biokimia tikus tersebut.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Investigasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi respons akut dan perubahan adaptif hewan kepada kondisi luar angkasa.
Huang Kun, pakar dari CSU, menekankan pentingnya temuan ini, "Temuan ini akan sangat penting untuk menilai kelayakan kelangsungan hidup dan reproduksi manusia jangka panjang di luar angkasa."
Melalui eksperimen ini, diharapkan dapat memperoleh wawasan yang bermanfaat untuk kesehatan manusia di Bumi bersamaan dengan langkah kemajuan yang signifikan dalam penelitian ilmu hayati luar angkasa.
Selain mengirim tikus, misi ini juga melibatkan astronaut Tiongkok yang menjalani empat aktivitas extravehicular dan sejumlah tugas transfer muatan.
Mereka berhasil memasang perangkat pelindung dari puing-puing luar angkasa serta mempersiapkan peralatan tambahan eksternal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: