BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 16:23 WIB

Panduan Kesiapsiagaan Bencana Taiwan dalam Menghadapi Ancaman Militer

Panduan Kesiapsiagaan Bencana Taiwan dalam Menghadapi Ancaman MiliterPanduan Kesiapsiagaan Bencana Taiwan dalam Menghadapi Ancaman Militer

Taiwan baru saja menerbitkan buku panduan untuk membantu warganya mempersiapkan diri menghadapi bencana alam dan ancaman militer dari China. Buku ini memberikan informasi penting tentang persediaan yang harus dimiliki dan tindakan yang perlu diambil saat keadaan darurat.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Direktur Badan Mobilisasi Pertahanan Menyeluruh, Shen Wei-chih, menjelaskan bahwa panduan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman yang ada.

Isi dan Tujuan Buku Panduan

Buku panduan ini mencakup daftar barang yang harus disimpan di rumah dan di tas darurat, serta petunjuk untuk tindakan yang harus diambil jika bertemu dengan pasukan musuh. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapan di tengah ancaman yang ada.

Shen Wei-chih mengungkapkan, "Adanya bencana alam seperti topan dan ancaman militer China, kami mau masyarakat sadar kami semakin siap, semakin aman." Buku ini menekankan kebutuhan untuk memahami informasi agar dapat mengurangi kepanikan saat terjadi krisis.

Panduan juga menyarankan agar setiap rumah memiliki persediaan pangan untuk satu minggu. Selain itu, warga disarankan menyiapkan tas darurat yang dilengkapi peralatan penting, termasuk kantong tidur kecil untuk akses cepat.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Ancaman Militer dan Keamanan Siber

Panduan menjelaskan berbagai potensi ancaman militer yang mungkin dihadapi Taiwan, mulai dari sabotase kabel bawah laut hingga penetapan sepihak zona larangan terbang. Informasi ini bertujuan menyiapkan masyarakat agar dapat melindungi diri dalam situasi kritis.

Di samping ancaman fisik, buku ini juga memperingatkan tentang risiko keamanan siber dari aplikasi-aplikasi yang dikembangkan di China. Aplikasi seperti DeepSeek, WeChat, TikTok, dan RedNote dapat melanggar privasi dan mengungkap informasi penting kepada musuh.

Warga diingatkan untuk menjaga kerahasiaan operasi militer, dengan tidak memotret pergerakan pasukan untuk menghindari kebocoran informasi strategis.

Distribusi dan Perbandingan Internasional

Kementerian Pertahanan Taiwan berencana mencetak sekitar 11 juta eksemplar buku panduan ini, dengan 105.000 salinan dalam bahasa Inggris. Buku ini ditargetkan menjangkau 9,8 juta rumah tangga dan distribusinya akan dimulai minggu ini.

Langkah Taiwan ini sejalan dengan negara-negara seperti Swedia dan Finlandia, yang juga telah memperbarui panduan pertahanan bagi warganya di tengah ketegangan global. Ini mencerminkan upaya negara-negara sekutu NATO untuk memperkuat pertahanan, terutama setelah konflik di Ukraina.

Taiwan sendiri adalah negara dengan sistem pemerintahan demokratis yang beroperasi secara mandiri, meskipun dianggap oleh China sebagai bagian dari wilayahnya. Beijing telah menyatakan komitmennya untuk merebut Taiwan dengan kekuatan jika diperlukan.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Panduan Kesiapsiagaan Bencana Taiwan dalam Menghadapi Ancaman Militer

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!